ISLAM LIVE – Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Asy-Sya’roni, KH Sam’ani Sya’roni, merintis Majelis Ta’lim dan Dzikir Asy-Sya’roni di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, sebagai respons terhadap masih terbatasnya aktivitas keagamaan di wilayah selatan. Hal ini disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Asy-Sya’roni, Minggu (6/9/2026) .
“Di desa ini boleh dikatakan masih tertinggal, dari sisi keagamaan. Karena ini Pekalongan yang selatan, kegiatan keagamaan itu kebanyakan tokoh-tokohnya, kiai-kianya juga di utara. Di sini masih langka. Maka saya coba untuk memulai seadanya di kampung ini,” ujar KH Sam’ani Sya’roni .
KH Sam’ani menjelaskan bahwa kegiatan yang dirintis tidak hanya ditujukan kepada kelompok usia tertentu. Pendidikan bagi anak-anak mulai dikenalkan melalui jenjang taman kanak-kanak, sementara masyarakat yang lebih dewasa diarahkan untuk mengikuti majelis zikir . Ke depan, ia berharap aktivitas tersebut dapat berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih besar, yakni pesantren yang mampu menggabungkan pendidikan agama dengan pengetahuan modern .
Plt Bupati Pekalongan Sukirman menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai keberadaan majelis taklim memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi di tengah perubahan zaman. Ia menegaskan pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga harus dibarengi penguatan akhlak dan moral .
“Kita baru merintis. Mudah-mudahan ada dukungan dari Pak Bupati dan pihak-pihak lain, karena alhamdulillah saya hanya punya tanahnya. Tapi kan untuk dana seterusnya masih akan kita upayakan dan memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkapnya .
Kepala Desa Limbangan, Rendy Subiyanto, turut menyambut positif keberadaan majelis tersebut. Ia menilai kegiatan Maulid Nabi sekaligus aktivitas majelis dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat karena menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kegiatan keagamaan di desa .
