Menu Sayur Basi Diduga Jadi Pemicu Keracunan 512 Santri dan Siswa Penerima MBG

5 views
Saksi dari BGN untuk SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur usai kasus keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam.

ISLAM LIVE – Dugaan keracunan massal yang menimpa 512 santri dan siswa penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo diduga dipicu oleh menu sayur yang sudah basi. Insiden ini terjadi pada Selasa (1/9/2026) setelah ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan siswa dari 19 lembaga pendidikan lainnya menyantap menu MBG yang disuplai SPPG Kalitengah, Tanggulangin .

“Berdasarkan data yang kami terima dari tim investigasi di lapangan, total yang terdampak sebanyak 512 orang,” kata Ketut Sumedana, Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, dalam keterangan persnya, Rabu (2/9/2026).

Menu yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel . Seorang santriwati mengaku sayur yang disajikan terasa asam dan tidak habis. Para santri mulai mengeluhkan pusing, nyeri perut, mual, dan muntah setelah waktu Ashar .

Baca Juga:  Gojek Salurkan 35.000 Paket Sekolah, Fuad: Anak Saya Senang Sekali, Tasnya Disimpan buat SMP

Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak, berpendapat bahwa keracunan disebabkan oleh makanan acara Maulid Nabi. Ia menegaskan semua korban memiliki kesamaan: mengonsumsi MBG dari SPPG Kalitengah yang mendistribusikan 2.800 porsi per hari . “Kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama,” ujar Emil .

BGN menjatuhkan sanksi suspend berat selama 30 hari terhadap operasional SPPG Kalitengah dan direkomendasikan pencopotan Kepala SPPG . BBPOM Surabaya juga menerjunkan tim untuk investigasi komprehensif, termasuk pemeriksaan sampel makanan dan evaluasi total rantai pasok pangan .

Dari total 512 korban, 80 santri masih menjalani rawat inap, 312 orang diperbolehkan pulang, dan 120 orang masih dalam observasi. BGN memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah dan fokus pada penyelamatan korban .

Baca Juga:  107 Sekolah di Kepri Direvitalisasi, Pemerintah Siapkan SDM Hadapi Era Society 5.0

“Fokus utama kami saat ini adalah penyelamatan dan memastikan penanganan kesehatan anak-anak kita di beberapa rumah sakit berjalan optimal,” tegas Ketut. Pihak pesantren mengimbau masyarakat tidak mudah percaya informasi simpang siur di media sosial .

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA