ISLAM LIVE — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menilai pelibatan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tenaga Kesehatan Kloter dan Arab Saudi 1448 H/2027 M sebagai terobosan baru dalam proses rekrutmen petugas haji.
Hal itu disampaikan Gus Irfan saat meninjau pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT) seleksi PPIH di Kantor Regional II BKN Surabaya, Senin (31/8/2026). Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melibatkan BKN dalam pelaksanaan CAT untuk memperkuat proses seleksi petugas haji.
“Alhamdulillah hari ini kita memulai terobosan baru dalam rekrutmen petugas haji Indonesia untuk musim haji tahun 2027, di mana kami melibatkan BKN sebagai tim yang melakukan seleksi,” kata Gus Irfan.
Sebanyak 633 peserta terdaftar mengikuti seleksi CAT di Surabaya. Pelaksanaan ujian berlangsung dalam empat sesi, dengan sesi pertama hingga ketiga masing-masing diikuti 160 peserta dan sesi keempat 153 peserta. Dari total peserta terdaftar, sebanyak 618 peserta tercatat hadir mengikuti ujian.
Pelaksanaan CAT di Surabaya merupakan hasil kerja sama Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur dengan Kanreg II BKN Surabaya. Dalam pelaksanaannya, Kemenhaj menjalankan fungsi kepanitiaan dan supervisi, sedangkan BKN memfasilitasi pelaksanaan CAT.
Gus Irfan didampingi Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur Mahmudi saat meninjau pelaksanaan seleksi. Dari Kanreg II BKN Surabaya hadir Ketua Tim Sistem Informasi dan Digitalisasi Luluk Budijati serta Kepala Bagian Tata Usaha Deny Setyawan.
Gus Irfan menilai pelaksanaan CAT berjalan baik. Ia berharap mekanisme seleksi tersebut dapat menghasilkan petugas haji yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
