ISLAM LIVE – Puluhan siswa SMA di Kota Kediri mengikuti Workshop Peer Educator GEN Z SEHATI (Sehat Anti Hipertensi) untuk menjadi agen perubahan gaya hidup sehat di sekolah, setelah data menunjukkan 234 dari 5.697 remaja usia 15-17 tahun atau 4,1 persen memiliki tekanan darah tinggi di atas 140/90 mmHg.
Kegiatan yang digelar Kamis (6/8/2026) di salah satu hotel Kota Kediri ini menghadirkan dr. M. Ujung Baehaqi, Sp.PD dari RS Bhayangkara Kediri dan Shofi Mirwani, M.Psi, Psikolog dari UIN Syekh Wasil Kediri sebagai narasumber.
“Di sini saya bisa belajar banyak hal, mulai dari cara mengukur tekanan darah sampai tentang mental health dari psikolog. Yang paling menarik bagi saya adalah materi tentang hipertensi di usia remaja,” kata Gracia.
Gracia mengaku penyampaian materi oleh para narasumber sangat mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang dekat dengan remaja, ditambah dengan praktik langsung yang membuat pengetahuan lebih mudah dicerna.
“Penyampaian materinya mudah dipahami dan menggunakan bahasa yang mudah dicerna. Ditambah lagi ada praktikum, jadi saya semakin paham,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi fenomena pergeseran tren hipertensi ke usia muda akibat gaya hidup sedenter, konsumsi makanan instan tinggi natrium, serta tingkat stres akademis dan sosial.
“Pendekatan gaya hidup sehat kepada remaja akan jauh lebih efektif apabila disampaikan oleh teman sebaya. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan medis dasar, tetapi juga keterampilan psikologis,” jelasnya.
Para peserta diharapkan menjadi peer educator dan agen perubahan di sekolah masing-masing melalui edukasi, kampanye gaya hidup sehat, konseling sebaya, dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.
