Workshop GEN Z SEHATI Mengajarkan Cegah Hipertensi dan Jaga Mental Health

3 views
Dinas Kesehatan Kota Kediri, memberikan edukasi tentang gaya hidup sehat ke pelajar di Kediri, Jawa Timur, Jumat (7/8/2026). Pemkot mendorong pelajar sekolah menengah atas (SMA) sebagai peer educator atau pendidik sebaya, sehingga penerapan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah bisa maksimal. ANTARA/ HO-Pemkot Kediri

ISLAM LIVE – Puluhan siswa SMA di Kota Kediri mengikuti Workshop Peer Educator GEN Z SEHATI (Sehat Anti Hipertensi) untuk menjadi agen perubahan gaya hidup sehat di sekolah, setelah data menunjukkan 234 dari 5.697 remaja usia 15-17 tahun atau 4,1 persen memiliki tekanan darah tinggi di atas 140/90 mmHg.

Kegiatan yang digelar Kamis (6/8/2026) di salah satu hotel Kota Kediri ini menghadirkan dr. M. Ujung Baehaqi, Sp.PD dari RS Bhayangkara Kediri dan Shofi Mirwani, M.Psi, Psikolog dari UIN Syekh Wasil Kediri sebagai narasumber.

“Di sini saya bisa belajar banyak hal, mulai dari cara mengukur tekanan darah sampai tentang mental health dari psikolog. Yang paling menarik bagi saya adalah materi tentang hipertensi di usia remaja,” kata Gracia.

Baca Juga:  Akses Sekolah Terkendala, Puluhan Anak di Buleleng Belum Lanjutkan Pendidikan

Gracia mengaku penyampaian materi oleh para narasumber sangat mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang dekat dengan remaja, ditambah dengan praktik langsung yang membuat pengetahuan lebih mudah dicerna.

“Penyampaian materinya mudah dipahami dan menggunakan bahasa yang mudah dicerna. Ditambah lagi ada praktikum, jadi saya semakin paham,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P, menjelaskan kegiatan ini dilatarbelakangi fenomena pergeseran tren hipertensi ke usia muda akibat gaya hidup sedenter, konsumsi makanan instan tinggi natrium, serta tingkat stres akademis dan sosial.

“Pendekatan gaya hidup sehat kepada remaja akan jauh lebih efektif apabila disampaikan oleh teman sebaya. Karena itu, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan medis dasar, tetapi juga keterampilan psikologis,” jelasnya.

Baca Juga:  Kepala Sekolah Tapal Batas Apresiasi Bantuan Dompet Dhuafa bagi Siswa dan Guru

Para peserta diharapkan menjadi peer educator dan agen perubahan di sekolah masing-masing melalui edukasi, kampanye gaya hidup sehat, konseling sebaya, dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA