ISLAM LIVE – Ribuan Anak Tidak Sekolah (ATS), kesenjangan mutu pendidikan antara sekolah di pusat kota dan wilayah pinggiran, serta maraknya kasus perundungan menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diatasi oleh Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026-2030.
Ir Maria Anisya ST MM yang baru saja dipercaya sebagai anggota dewan pendidikan mengaku tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, pemerintah, sekolah, orang tua, dunia usaha, hingga masyarakat harus berjalan bersama menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat di Kota Malang.
“Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai anggota Dewan Pendidikan Kota Malang periode 2026-2030,” kata Ir Maria Anisya ST MM, anggota Dewan Pendidikan Kota Malang, usai penetapan di Kantor Dewan Pendidikan Kota Malang, Selasa (04/08/2026).
Perempuan kelahiran Kota Malang itu menilai kota tersebut memiliki modal besar sebagai kota pendidikan. Namun, masih ada sejumlah persoalan mendasar yang harus mendapat perhatian serius. Ia menyebut kesenjangan kualitas antarwilayah dan masih adanya anak putus sekolah menjadi isu yang tidak bisa ditawar.
Pengalamannya sebagai dosen, trainer SDM, presenter, hingga konselor pendidikan membuat Nisya memahami betul kompleksitas persoalan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Ia menilai Dewan Pendidikan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan melakukan pengawasan.
“Saya melihat langsung bagaimana pendidikan dapat menjadi kunci untuk mengubah kehidupan seseorang dan membuka pintu kesempatan yang lebih luas,” ujarnya.
Nisya juga menaruh perhatian besar terhadap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Menurutnya, pendidikan masa depan harus mampu melahirkan generasi yang berpikir kritis, kreatif, adaptif, sekaligus memiliki karakter yang kuat. Ia ingin menghadirkan program-program yang menjawab tantangan zaman.
Alumnus STIE IEU Malang yang meraih gelar Magister Manajemen pada 2023 itu meyakini peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari pemerataan akses. Selain itu, penguatan kompetensi guru dan sarana prasarana juga menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.
“Setiap anak di Kota Malang harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan mampu mengembangkan potensinya secara maksimal,” tegasnya.
Nisya mengaku semangatnya untuk terus belajar tidak pernah padam meski memiliki berbagai aktivitas profesional. Ia percaya seorang pendidik harus menjadi contoh bahwa proses belajar tidak pernah berhenti, dan kini melalui Dewan Pendidikan ia ingin mewujudkan perubahan nyata.
“Saya berharap kita semua bisa bekerja sama menjadikan Kota Malang sebagai kota yang semakin maju melalui pendidikan. Karena pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan,” pungkasnya.
