ISLAM LIVE – STIE Dwimulya menghadirkan terobosan baru di dunia pendidikan tinggi Banten dengan membebaskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi seluruh mahasiswa. Kebijakan ini membuka peluang luas bagi pekerja, pelaku usaha kecil, dan generasi muda dari berbagai latar belakang ekonomi untuk meraih gelar sarjana tanpa harus terbebani biaya kuliah yang mahal.
“Kami ingin dikenal sebagai kampus yang terjangkau, bahkan menjadi salah satu pilihan paling ekonomis di Banten. Bebas SPP bukan berarti mengurangi kualitas. Justru kami ingin membuktikan bahwa pendidikan tinggi yang baik dapat diselenggarakan secara efisien dan tetap memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa,” ujar Dr. Rachmat Maulana, Ketua STIE Dwimulya, di Serang, Senin (04/08/2026).
Rachmat menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat dijangkau oleh lebih banyak keluarga. Menurutnya, biaya ringan harus berjalan beriringan dengan pembelajaran yang terarah, tenaga pengajar kompeten, serta pendampingan kepada mahasiswa agar lulusan benar-benar siap bersaing.
Mahasiswa tetap memperoleh pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia usaha, manajemen, keuangan, investasi, dan kewirausahaan. Perkuliahan tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami persoalan nyata, berani menyampaikan gagasan, mampu bekerja dalam tim, dan terampil mengambil keputusan.
STIE Dwimulya juga menciptakan suasana kampus yang dekat dan terbuka. Mahasiswa dapat berdiskusi dengan dosen, mengikuti kegiatan pengembangan diri, serta membangun jejaring yang bermanfaat. Pola ini diharapkan membantu mahasiswa tumbuh menjadi lulusan yang percaya diri dan adaptif.
Menurut Rachmat, tingginya biaya pendidikan masih menjadi pertimbangan utama bagi sebagian masyarakat untuk masuk perguruan tinggi. Skema biaya ringan ini menjadi solusi nyata bagi pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi, pelaku UKM yang ingin memperluas wawasan bisnis, serta generasi muda dari keluarga kurang mampu.
“Kuliah harus menjadi jalan untuk memperbaiki masa depan, bukan beban yang membuat masyarakat takut memulai. Kami ingin orang tua merasa lebih tenang dan mahasiswa dapat fokus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan karier,” katanya.
Dengan program bebas SPP dan pembelajaran berorientasi kompetensi, STIE Dwimulya optimistis dapat menjadi pilihan utama masyarakat Banten. Kampus ini ingin menghadirkan pendidikan ekonomi yang inklusif, bermutu, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, sehingga semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan meraih gelar sarjana.
