ISLAM LIVE– Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kolaborasi antara pemilik kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) global dan kreator Indonesia melalui HoYo FEST 2026 membuka peluang komersialisasi karya serta memperluas akses ke pasar yang lebih besar.
“HoYo FEST menunjukkan bahwa kolaborasi antara IP global dan kreator lokal mampu menciptakan nilai ekonomi yang saling menguntungkan. Inisiatif seperti ini membuka ruang yang lebih luas bagi talenta Indonesia untuk menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai komersial sekaligus menjangkau pasar yang lebih besar,” ujar Irene saat meninjau HoYo FEST 2026 di Pondok Indah Mall 3, Jakarta, (01/08/2026).
Sebanyak 71 pegiat ekonomi kreatif mengisi 50 stan Artist Alley. Mereka memproduksi kriya dan *merchandise* berbasis karakter HoYoverse. Produk tersebut tetap menjadi milik kreator sehingga manfaat ekonominya dapat dinikmati langsung oleh para pembuat karya.
Irene berharap kolaborasi serupa diperluas dengan melibatkan lebih banyak pemilik IP internasional. Menurutnya, langkah itu dapat mempercepat pertumbuhan subsektor gim, kriya, ilustrasi, dan desain. Upaya tersebut juga dinilai memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif di kawasan.
Associate Brand Director HoYoverse Indonesia/COGNOSPHERE PTE. LTD, Aswin Atonie, mengatakan lebih dari 9.500 pengunjung menghadiri HoYo FEST sejak 30 Juli 2026. Ia menilai kehadiran Kementerian Ekonomi Kreatif mencerminkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Wakil Menteri Ekonomi Kreatif di HoYo FEST 2026. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi juga bentuk dukungan terhadap para kreator lokal yang telah berkarya melalui Artist Alley,” kata Aswin di Jakarta, (01/08/2026).
HoYo FEST 2026 juga menghadirkan ruang interaksi antara komunitas, kreator, dan pelaku industri. Berbagai kegiatan digelar untuk mendorong pengembangan usaha kreatif berbasis gim.
