ISLAM LIVE – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meluncurkan Gerakan Nasional Ramah, Aman, Nyaman Anak (GERNAS RANA) sekaligus membentuk Satuan Tugas Pesantren Ramah Anak (PRA) sebagai langkah menciptakan lingkungan pondok pesantren yang lebih aman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan. Deklarasi tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda, Selasa.
Inisiatif tersebut merupakan tindak lanjut program Kementerian Agama RI yang bertujuan memperkuat perlindungan anak di lembaga pendidikan keagamaan melalui kolaborasi pemerintah, ulama, dan pengelola pesantren.
“Kami ingin memastikan seluruh pondok pesantren menjadi ekosistem yang aman, sehat, bebas dari kekerasan, serta mendukung penuh tumbuh kembang para santri,” kata Seno Aji, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda, Selasa.
Menurut Seno Aji, keberadaan pesantren memiliki kontribusi besar dalam melahirkan sumber daya manusia yang berperan di berbagai bidang, mulai dari pendidik hingga tokoh masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah ingin memastikan seluruh santri memperoleh hak untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.
Pemprov Kaltim menyusun tiga langkah utama melalui GERNAS RANA, yakni memberantas tindakan asusila, perundungan, serta kekerasan di pesantren; memperkuat koordinasi antara Kementerian Agama, pemerintah kabupaten/kota, kiai, ulama, dan pimpinan pondok pesantren dalam aksi nyata; serta menjatuhkan sanksi hukum terhadap lembaga yang terbukti melakukan pelanggaran serius.
Kebijakan tersebut juga menjadi respons atas evaluasi terhadap sejumlah dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan pesantren, termasuk laporan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Pemprov Kaltim turut mengajak para santri untuk tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan yang melanggar hak-hak mereka. Melalui penguatan sistem pengawasan dan kolaborasi berbagai pihak, pemerintah berharap pesantren di Kalimantan Timur semakin dipercaya masyarakat sebagai tempat pendidikan agama yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
