ISLAM LIVE – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi wilayah yang paling siap di Indonesia untuk menerapkan Virtual Power Plant (VPP) berkat infrastruktur kelistrikan yang sejak awal dirancang mendukung sistem energi modern.
Peneliti Pusat Riset Teknologi Kelistrikan BRIN Abdul Wachid Syamroni mengatakan salah satu tantangan utama penerapan VPP di Indonesia saat ini adalah kesiapan infrastruktur jaringan kelistrikan yang pada umumnya belum dirancang untuk mengakomodasi pembangkit energi terbarukan yang bersifat fluktuatif.
“Saat ini sistem ketenagalistrikan kita, terutama jaringan kelistrikan, memang secara umum tidak didesain untuk berbasis renewable energy atau pembangkit yang berfluktuatif terhadap ketersediaan sumber daya alam,” katanya dalam diskusi di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Abdul, kondisi tersebut tidak berlaku di IKN karena kawasan itu sejak awal telah dirancang untuk mendukung modernisasi sistem kelistrikan. Salah satunya melalui pembangunan Multi Utility Tunnel (MUT) atau terowongan utilitas bawah tanah.
VPP merupakan sistem pembangkit listrik digital yang menggabungkan berbagai sumber energi berskala kecil, seperti panel surya, turbin angin, dan baterai penyimpan daya, sehingga dapat beroperasi sebagai satu pembangkit listrik.
Abdul menjelaskan MUT mengintegrasikan jaringan listrik, fiber optik untuk komunikasi data, dan jaringan gas dalam satu terowongan utilitas. Menurutnya, infrastruktur tersebut membuat IKN telah memenuhi kriteria yang mendukung penerapan teknologi berbasis digital seperti VPP.
