ISLAM LIVE – Militer Israel menyatakan akan menyegel sementara rumah-rumah warga Palestina yang diduga terlibat dalam bentrokan di Desa Tal, Tepi Barat yang diduduki, sebagai langkah awal sebelum dilakukan pembongkaran.
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Ella Waweya, mengatakan pasukan Israel telah menggerebek rumah-rumah milik warga yang dicurigai terlibat dalam insiden tersebut. Menurutnya, penggerebekan dilakukan sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berlangsung.
“Rumah-rumah tersebut digeledah sebagai persiapan untuk penyegelan sementara, sebagai langkah awal sebelum dilakukan penghancuran,” kata Ella Waweya, Minggu (26/7/2026).
Kebijakan itu diumumkan di tengah operasi militer besar-besaran yang digelar Israel setelah bentrokan yang menewaskan empat warga Palestina dan dua tentara Israel.
Operasi tersebut berlangsung di Desa Tal, barat daya Nablus, lokasi bentrokan antara warga Palestina, pemukim Israel, dan tentara Israel pada Jumat lalu. Militer Israel menyebut penggerebekan menyasar rumah-rumah milik warga yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Israel selama ini menerapkan kebijakan menghancurkan rumah warga Palestina yang dituduh melakukan serangan mematikan terhadap warga atau aparat Israel. Namun, kebijakan tersebut menuai kritik dari berbagai kelompok hak asasi manusia yang menilainya sebagai bentuk hukuman kolektif yang bertentangan dengan hukum internasional.
Di tengah operasi militer tersebut, pasukan Israel juga melakukan penggerebekan di sejumlah kota dan desa di Tepi Barat serta menangkap ratusan warga Palestina. Sementara itu, kekerasan oleh pemukim Israel juga dilaporkan meningkat, termasuk pembakaran dua masjid dan serangan terhadap sejumlah permukiman Palestina setelah bentrokan di Desa Tal.
