ISLAM LIVE – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Dr. Amirsyah Tambunan, mengajak para seniman dan budayawan Muslim untuk mengembalikan peran strategis mereka sebagai pembangun peradaban bangsa melalui karya yang sarat nilai dan keteladanan.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Maestro Summit (Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim Se-Indonesia II) di Pesantren Modern Daar El-Qolam, Tangerang, Banten, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Buya Amirsyah, sosok maestro tidak hanya dikenal karena kemampuan berkesenian, tetapi juga karena mampu menjadi guru dan teladan bagi masyarakat dalam membangun budaya yang positif.
“Hampir dua dekade kata ‘maestro’ seolah senyap dari perhatian publik. Bangkitlah, perlihatkan bahwa Anda mau menyelamatkan bangsa,” kata Buya Amirsyah.
Ia juga mengajak para seniman untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan di pesantren, masjid, dan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar nilai-nilai budaya yang luhur dapat ditanamkan sejak dini, termasuk membangun budaya yang menjunjung kejujuran dan menjauhi praktik korupsi.
“Turunlah ke pesantren, masjid, dan sekolah untuk menyuarakan pentingnya membangun budaya yang bersih dari korupsi di negeri ini,” ujarnya.
Selain itu, Buya Amirsyah berharap Pesantren Daar El-Qolam terus melahirkan generasi santri yang tangguh, berbudaya, serta memiliki semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Maestro Summit yang digelar oleh Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Ketua Umum MUI Buya Anwar Abbas, Ketua LSBPI MUI Habbiburrahman El Shirazy, Wakil Ketua LSBPI Tiar Anwar Bachtiar, Neno Warisman, Oki Setiana Dewi, Dwiki Dharmawan, Ahmadun Yosi Herfanda, Jose Rizal Manua, Fatin Hamama, serta diikuti ratusan santri dan pengurus LSBPI MUI dari berbagai daerah.
