ISLAM LIVE – Amerika Serikat menghentikan sementara serangan militernya terhadap Iran setelah melancarkan operasi selama 13 malam berturut-turut.
“Trump selalu menyatakan dengan jelas bahwa pilihannya adalah diplomasi, tetapi dia telah menunjukkan kepada Iran apa yang akan terjadi jika mereka gagal untuk duduk di meja perundingan secara serius,” kata pejabat senior pemerintahan Trump, seperti dikutip Reuters.
Laporan Reuters juga menyebut Trump untuk sementara membatalkan rencana meningkatkan intensitas serangan terhadap Iran.
Menurut laporan The New York Times yang dikutip Reuters, keputusan itu dipengaruhi kekhawatiran pemerintah Amerika Serikat terhadap potensi meluasnya konflik, menipisnya persediaan amunisi, terganggunya hubungan dengan negara-negara Teluk, serta dampaknya terhadap pasokan energi dan perekonomian global.
Meski serangan Amerika Serikat dihentikan sementara, konflik di kawasan belum mereda. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang fasilitas milik perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Jizan dan Yanbu di pesisir Laut Merah. Di saat yang sama, Iran menuduh Ukraina menyerang sebuah kapal dagangnya di Laut Kaspia dan menyebut tindakan tersebut sebagai serangan yang bersifat “bermusuhan dan kriminal”.
Perkembangan tersebut menunjukkan konflik masih berpotensi meluas ke kawasan lain meskipun terjadi jeda operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Sementara itu, Gedung Putih menegaskan jalur diplomasi tetap menjadi prioritas, namun opsi militer tetap terbuka apabila upaya perundingan tidak menghasilkan kemajuan.
