ISLAM LIVE – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan terdapat dua pilihan untuk mengakhiri perang dengan Iran, yakni melalui operasi militer yang terus ditingkatkan atau mencapai kesepakatan diplomatik.
Trump menyampaikan hal tersebut saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Jumat (24/7/2026). Meski mengaku belum mengambil keputusan terkait peluncuran serangan besar berikutnya, ia mengatakan pemerintahannya masih membuka jalur komunikasi dengan Teheran sambil mempertahankan kesiapan militer.
“Ada opsi keluar militer di mana kita terus melanjutkan seperti sekarang, dan kita bahkan bisa meningkatkan intensitasnya, dan itu akan menghancurkan semua yang mereka miliki. Atau ada strategi yang lebih cerdas yaitu membuat kesepakatan,” kata Trump.
Pernyataan itu disampaikan di tengah berlanjutnya serangan militer AS ke wilayah Iran dan belum adanya kepastian mengenai upaya deeskalasi konflik. Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat tetap berada dalam posisi siap bertindak apabila diperlukan. Serta menegaskan opsi militer masih berada di atas meja meskipun peluang perundingan belum sepenuhnya tertutup.
Di lapangan, militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah sasaran di Iran, menandai malam ke-13 berturut-turut operasi militer sejak bentrokan kembali pecah pada akhir Juni.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara Arab tetangga dan memperingatkan bahwa fasilitas nonmiliter yang digunakan personel AS juga dapat menjadi target.
Di tengah eskalasi tersebut, Trump mengumumkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke Amerika Serikat pekan depan untuk melakukan pertemuan di Gedung Putih. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung ketika perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memasuki bulan kelima tanpa tanda-tanda akan segera berakhir.
