ISLAM LIVE – Di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat, nama bintang muda sepak bola Spanyol, Lamine Yamal, tiba-tiba ikut mencuri perhatian. Bukan karena aksi di lapangan hijau, melainkan karena fotonya muncul pada sebuah drone yang dipamerkan Garda Revolusi Iran dengan membawa bendera Palestina disertai tulisan “Pendukung Palestina dan Iran adalah juara dunia.”
Kemunculan sosok pesepak bola berusia muda itu menunjukkan bagaimana ikon olahraga kini mulai dimanfaatkan sebagai simbol komunikasi politik dan propaganda di tengah konflik bersenjata. Perang modern tidak lagi hanya berlangsung melalui rudal dan serangan udara, tetapi juga melalui pesan visual yang dirancang untuk membangun opini publik internasional.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim melancarkan gelombang serangan udara yang menargetkan pusat operasi militer, sistem pertahanan maritim dan udara, serta infrastruktur logistik Iran di kawasan Selat Hormuz.
Sebagai tanggapan, Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan balasan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah menggunakan rudal balistik berbahan bakar padat, cair, serta rudal jelajah. Sementara itu, Kuwait, Bahrain, dan Yordania menyatakan telah mencegat sejumlah rudal dan drone yang melintas di wilayah udara mereka.
Ikon Global di Tengah Perang
Munculnya gambar Lamine Yamal pada drone Iran menampilkan perubahan wajah propaganda modern. Tokoh olahraga yang memiliki pengaruh besar di media sosial dan dikenal lintas negara dapat dijadikan simbol untuk menarik perhatian publik global terhadap narasi politik tertentu.
Meski begitu, tidak ada indikasi bahwa Lamine Yamal terlibat atau memberikan dukungan terhadap penggunaan fotonya dalam materi propaganda tersebut. Hingga kini belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Yamal maupun perwakilannya terkait kemunculan gambar tersebut.
Perang Informasi Semakin Menguat
Konflik Iran–Amerika Serikat kini tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di ruang informasi. Selain operasi militer, kedua pihak terus membangun narasi melalui video, foto, dan simbol-simbol yang mudah disebarkan di media digital.
Penggunaan figur publik dalam materi propaganda menunjukkan bahwa perang modern semakin mengandalkan aspek psikologis dan komunikasi untuk mempengaruhi opini masyarakat internasional, di samping kekuatan militer di lapangan.
