Penguatan Tata Kelola Jadi Kunci Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah

3 views
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi dalam Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) di Purwokerto, Jumat (17/7).

ISLAM LIVE – Penguatan tata kelola menjadi kunci dalam pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan umat dan perekonomian nasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi (Jaenal) mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak cukup berfokus pada penyelenggaraan ibadah. Menurutnya, seluruh sektor pendukung harus diintegrasikan ke dalam satu sistem agar potensi ekonomi yang lahir dari penyelenggaraan haji dan umrah dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Ekosistem ekonomi haji dan umrah harus dibangun secara terintegrasi melalui penguatan regulasi, tata kelola, dan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, manfaat ekonominya tidak hanya mendukung penyelenggaraan ibadah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan umat,” ujar Jaenal dalam Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah di Purwokerto, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga:  Ditjen PE2HU Dorong Warga NU Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah

Ia menjelaskan, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari belum terbangunnya kerangka regulasi yang terintegrasi, koordinasi antarpemangku kepentingan yang belum optimal, hingga sistem data dan informasi yang belum saling terhubung. Kondisi tersebut dinilai membuat potensi nilai tambah dan efek berganda (multiplier effect) dari penyelenggaraan haji dan umrah belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Untuk mengatasi hal tersebut, Jaenal mendorong penguatan tata kelola melalui harmonisasi regulasi, pemetaan peran dan kewenangan para pemangku kepentingan, sinkronisasi kebijakan, serta penguatan kelembagaan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan koordinasi yang lebih efektif sekaligus memperkuat keterhubungan antarsektor dalam satu ekosistem yang utuh.

Baca Juga:  Menhaj: Tidak Ada Ruang bagi Korupsi di Kementerian Haji dan Umrah

Selain memperkuat tata kelola, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah juga diarahkan untuk meningkatkan keterlibatan berbagai sektor strategis, seperti industri halal, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia akomodasi dan katering, transportasi, logistik, serta pemanfaatan teknologi digital. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan nilai tambah ekonomi.

Jaenal menegaskan tujuan akhir yang ingin dicapai adalah terwujudnya ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, penguatan tata kelola yang didukung regulasi adaptif, koordinasi yang solid, serta kolaborasi lintas sektor akan menjadi fondasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi haji dan umrah sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA