ISLAM LIVE – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat kemitraan strategis lintas sektor guna mempercepat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci untuk membangun rantai nilai penyelenggaraan haji yang terintegrasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan ekosistem ekonomi haji tidak dapat dilakukan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pemangku kepentingan.
“Kemitraan lintas sektoral merupakan kunci untuk mengintegrasikan rantai nilai yang kompleks. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan layanan yang semakin profesional bagi jemaah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk menjadi bagian dari rantai pasok global haji dan umrah,” ujar Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Tri Hidayatno, saat Evaluasi Pelaksanaan Program dan Anggaran Ditjen PE2HU di Purwokerto, Kamis (16/7/2026).
Tri menjelaskan, pembentukan Ditjen PE2HU menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta mitra internasional dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah. Pengembangan tersebut tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan ibadah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Menurut Tri, ekosistem ekonomi haji mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari penyediaan produk halal, konsumsi, logistik, transportasi, akomodasi, layanan kesehatan, hingga keuangan syariah dan pariwisata. Seluruh sektor tersebut dihubungkan melalui kemitraan strategis agar rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah berjalan lebih efektif, efisien, dan berdaya saing.
Selain memperkuat kemitraan, Tri juga terus mendorong pemanfaatan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan makanan siap saji, ekspor bumbu Nusantara ke Arab Saudi, transformasi asrama haji sebagai pusat pengembangan ekosistem ekonomi, optimalisasi penerbangan empty flight, serta penguatan investasi strategis yang melibatkan pelaku usaha nasional.
Ke depan, Tri akan mempercepat penyusunan Cetak Biru Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, memperluas pemanfaatan produk nasional dalam rantai pasok haji, memperkuat integrasi digital antarpemangku kepentingan, serta meningkatkan pengawasan terhadap kepatuhan regulasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan sehingga memberikan manfaat yang semakin luas bagi jemaah, pelaku usaha, dan perekonomian nasional.
