ISLAM LIVE – Iran menegaskan Amerika Serikat keliru jika meyakini serangan terhadap pangkalan-pangkalan militernya di selatan dapat melemahkan kendali Teheran atas Selat Hormuz. Menurut militer Iran, kemampuan menguasai jalur pelayaran strategis itu tidak bergantung pada wilayah pesisir, melainkan dapat dijalankan dari seluruh wilayah Republik Islam.
Seperti yang dilansir di saudigazette.com.sa, pada 16 Juli 2026 Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan Selat Hormuz merupakan kawasan yang tidak dapat dilanggar. Ia menjelaskan Iran tetap memegang kendali atas selat yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia, meski Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan di kawasan selatan.
“Amerika meyakini bahwa dengan menyerang beberapa pangkalan kami di selatan, mereka dapat menguasai jalur perairan strategis ini. Kenyataannya, Republik Islam mampu mengendalikan Selat Hormuz dari seluruh wilayahnya, dan kemampuan ini sama sekali tidak bergantung pada wilayah pesisir maupun pulau-pulau,” kata Akraminia.
Akraminia menambahkan operasi militer Amerika Serikat berpotensi membuka arena konfrontasi baru. Meski demikian, ia menegaskan Iran tidak memiliki perselisihan dengan negara-negara tetangga dan tetap berkomitmen menjaga kerja sama regional.
Peringatan lain disampaikan Juru Bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Kolonel Ebrahim Zolfaqari. Ia menyebut Selat Hormuz sebagai kawasan yang tidak dapat diganggu gugat dan memperingatkan bahwa apabila Presiden Amerika Serikat merealisasikan ancamannya untuk menyerang infrastruktur Iran, seluruh infrastruktur di kawasan yang hingga kini masih utuh karena penahanan diri Iran akan menjadi sasaran serangan angkatan bersenjata Iran. Menurutnya, respons Teheran tidak akan bersifat seimbang, melainkan lebih besar, lebih luas, dan lebih menghancurkan.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan dua gelombang rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania sebagai balasan atas serangan yang disebut terjadi di dekat sebuah rumah sakit kanker anak di Iran. Militer Iran juga menyatakan telah melancarkan serangan drone terhadap fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Sementara itu, militer Amerika Serikat mengatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru yang menargetkan pusat komando Iran, sistem pertahanan udara, serta kemampuan rudal dan drone. Untuk pertama kalinya dalam putaran konflik saat ini, serangan juga diarahkan ke sasaran di sekitar Teheran dan wilayah utara Iran. Media pemerintah Iran melaporkan serangan terjadi di dekat Teheran, Pulau Qeshm, Kota Chabahar, dan Provinsi Semnan yang menjadi lokasi fasilitas produksi rudal balistik serta program antariksa Republik Islam. Pasukan AS juga mengaku menyerang sebuah kapal yang dituduh berupaya menerobos blokade angkatan laut Amerika terhadap Iran.
Pernyataan Akraminia sejalan dengan sikap para pejabat Iran yang belakangan semakin menempatkan Selat Hormuz sebagai isu utama keamanan nasional. Ketua Parlemen sekaligus kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan Teheran tidak memiliki alasan menerima kesepakatan yang tidak menguntungkan Iran dan menilai keamanan nasional negara itu bergantung pada pengaturan yang dipimpin Iran di Selat Hormuz. Ia juga menyatakan Ayatollah Mojtaba Khamenei tetap menjadi pengambil keputusan tertinggi terkait perang maupun perundingan.
Posisi tersebut turut diperkuat melalui jalur diplomatik. Kedutaan Besar Iran di Zimbabwe menulis di platform X bahwa “Selat Hormuz memiliki seorang penguasa.” Sejumlah laporan media juga menyebut Teheran telah meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb apabila Amerika Serikat menyerang infrastruktur dan pembangkit listrik Iran. Menurut sumber yang dikutip laporan tersebut, usulan itu telah dibahas di tingkat kepemimpinan Iran dan disampaikan kepada Houthi, yang dilaporkan telah menempatkan rudal serta drone di sekitar jalur pelayaran strategis tersebut.
