ISLAM LIVE – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam berperan aktif menghentikan praktik komodifikasi jemaah haji dan umrah. Menurutnya, ormas keagamaan memiliki posisi strategis dalam memberikan perlindungan dan pendampingan kepada jemaah.
Ajakan tersebut disampaikan Dahnil saat menghadiri Muktamar XXIII Al Jam’iyah Washliyah di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Rabu (8/7/2026). Ia berharap Al Washliyah terus berkembang dalam dakwah dan konsisten menghadirkan pencerahan bagi umat, serta mengajak secara khusus dan ormas besar lainnya untuk mengehentikan praktik yang menjadikan jemaah semata bisnis.
“Mari kita hentikan praktik yang menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas bisnis semata. Di sinilah ormas keagamaan harus hadir untuk melindungi jemaah dan memastikan pelayanan diberikan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Dahnil.
Wamenhaj juga mendorong Al Washliyah dan ormas Islam lainnya memiliki Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta usaha perjalanan haji dan umrah sendiri. Menurutnya, langkah tersebut dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaah karena dilayani oleh lembaga yang memiliki kedekatan organisasi dan nilai kekeluargaan.
Selain itu, Dahnil mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan komitmen dalam melindungi kepentingan umat di tengah maraknya praktik nonprosedural yang dilakukan oleh oknum KBIHU. Ia menilai kepemilikan kelompok bimbingan dan travel oleh ormas dapat menjadi salah satu upaya memperkuat perlindungan terhadap jemaah.
“Keberadaan lembaga milik ormas akan menjadi penyeimbang di tengah maraknya komodifikasi jemaah. Kita harus memastikan jemaah tidak hanya diposisikan sebagai konsumen, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar organisasi yang wajib kita layani dan lindungi,” tegasnya.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan ormas-ormas Islam untuk meningkatkan kualitas pelayanan, edukasi ibadah, serta pengawasan demi keselamatan dan kekhusyukan jemaah Indonesia. (ari/ed).
