ISLAM LIVE – Kelompok teater boneka asal Yogyakarta, Papermoon Puppet Theatre, kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, grup yang didirikan oleh Maria “Ria” Tri Sulistyani dan Iwan Effendi tersebut berhasil mencuri perhatian publik Jerman melalui penampilan mereka dalam ajang bergengsi Theater der Welt 2026.
Dalam gelaran tersebut, Papermoon membawakan karya berjudul “Stream of Memory” yang mendapatkan sambutan hangat saat tayang perdana di Eropa pada 19 dan 20 Juni lalu.
Pertunjukan ini memadukan boneka buatan tangan, tarian, musik, dan video, yang mengisahkan perjalanan sosok raksasa bernama Kali dalam menelusuri kota, sungai, dan hutan untuk mengeksplorasi tema ingatan, kehilangan, dan koneksi antarmanusia.
Kekuatan utama Papermoon terletak pada kemampuannya bertutur tanpa kata-kata (non-verbal), yang terbukti efektif dalam menjangkau audiens lintas negara. Keunggulan ini sering kali disorot oleh pengamat seni internasional.
Sebagaimana dilansir oleh Center Stage melalui kutipan dari Geleran.id, pendekatan artistik kelompok ini dinilai mampu meruntuhkan sekat-sekat perbedaan:
“Papermoon mematahkan hambatan budaya yang biasanya memisahkan kita satu sama lain, seperti perbedaan bahasa, bangsa, sejarah, politik, dan sebagainya. Kata-kata sering kali gagal. Dengan sentuhan universal serta artikulasi emosional yang indah, kisah perpisahan dan duka akhirnya menyatukan setiap manusia dalam ruang kasih sayang, kenangan, dan kerinduan yang sama,” tulis Geleran.id dalam ulasan mereka mengenai karya Papermoon.
Kehadiran Papermoon di Theater der Welt 2026 semakin mengukuhkan reputasi mereka sebagai duta seni kontemporer Indonesia yang diakui dunia. The Festival Academy dalam rilis resminya mendeskripsikan kelompok ini sebagai seniman yang diakui secara internasional, yang menyajikan karya dengan kekayaan visual yang mendalam.
Kiprah Papermoon di mancanegara memang telah lama mendapat apresiasi luas. Media The Wrasse Gazette dalam sebuah ulasan mendalam tentang perjalanan artistik Papermoon mencatat:
“Penampilan mereka disambut dengan pujian antusias, di mana penonton dan kritikus sama-sama memuji kreativitas, keahlian, dan komitmen mereka terhadap keunggulan artistik. Kesuksesan internasional perusahaan ini telah mengukuhkan posisinya sebagai suara terkemuka di dunia seni boneka dan telah menginspirasi banyak seniman serta perusahaan teater di seluruh dunia,” kutip The Wrasse Gazette.
Dengan keberhasilan terbaru ini, Papermoon Puppet Theatre sekali lagi membuktikan bahwa seni boneka tradisional yang dikemas dengan visi kontemporer memiliki daya tarik yang relevan dan mampu menyentuh sisi kemanusiaan yang universal di mana pun ia dipentaskan.
