ISLAM LIVE – Madura United meluncurkan tim untuk musim kompetisi 2026/2027 dengan nuansa religius dan budaya di Pondok Pesantren Nurul Kholil, Bangkalan, pada Jumat (14/8/2026). Seluruh pemain, termasuk pemain asing, mengenakan busana khas santri berupa peci dan sarung dalam acara yang digelar di lingkungan pesantren tersebut.
“Terima kasih sudah memberikan waktu kepada Madura United untuk melakukan silaturahmi dan berdoa bersama. Kami berharap doa para santri dan kiai bisa dikabulkan oleh Allah,” kata Achsanul Qosasi, Presiden Madura United.
Di antara seluruh pilar tim, penampilan pemain asing asal Brasil, Jorge Mendonca, mencuri perhatian karena mengenakan Songkok Tinggi. Peci khas Pulau Garam berukuran 13 cm hingga 30 cm tersebut merupakan simbol kehormatan dan identitas budaya pelengkap Baju Pesa’an yang membuat penampilannya semakin unik di tengah rombongan.
Manajemen Madura United sengaja memilih pondok pesantren sebagai lokasi peluncuran tim sebagai bentuk ikhtiar spiritual sebelum mengarungi kompetisi. Tradisi ini sudah terbukti membawa keberkahan bagi klub pada musim 2023/2024 lalu.
Pada musim tersebut, Madura United berhasil meraih posisi runner-up yang menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub setelah sebelumnya menggelar doa bersama di Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar, Pamekasan.
“Waktu itu kami mendapatkan prestasi terbaik. Semoga ini menjadi awal yang baik sehingga kami akan jadi lebih baik,” ujarnya.
Achsanul Qosasi berharap keberkahan dari para santri dan kiai di Ponpes Nurul Kholil dapat kembali mengantarkan timnya meraih prestasi gemilang. Ia menargetkan Madura United bisa tampil konsisten dan bertarung di papan atas klasemen.
“Dengan doa dan kerja keras, Insyaallah kami bisa bertarung lagi di papan atas,” katanya.
