ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperluas akses produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia ke pasar haji dan umrah di Arab Saudi.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperkuat keterlibatan pelaku usaha nasional dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, dengan Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti, yang mewakili Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi di Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). Kemenhaj menilai pengembangan ekosistem ekonomi haji harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelaku usaha di dalam negeri.
“Kami ingin ekosistem ekonomi haji dan umrah benar-benar memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Potensi yang sangat besar ini harus menjadi peluang bagi UMKM Indonesia untuk naik kelas dan menembus pasar internasional,” ujar Jaenal.
Menurut Jaenal, peluang tersebut terbuka melalui pemenuhan berbagai kebutuhan jemaah di Arab Saudi. Produk yang berpotensi masuk ke rantai pasok haji dan umrah antara lain bumbu masakan bercita rasa Nusantara, makanan siap saji (ready to eat), perlengkapan hotel seperti sandal, sabun, dan sampo, hingga kain untuk seragam batik jemaah.
Ia menegaskan pemerintah pusat tidak dapat mewujudkan pengembangan ekosistem tersebut sendiri. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, dan masyarakat agar produk Indonesia mampu bersaing dan menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah di Arab Saudi.
Pemerintah Daerah DIY menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan memperkuat sinergi lintas sektor. Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Agus Mulyono, menyebut daerahnya memiliki sekitar 340 ribu UMKM dengan berbagai produk unggulan seperti gudeg kaleng, aneka sambal, wedang uwuh, batik, dan produk kriya yang dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan jemaah.
Sebagai tindak lanjut, Jaenal mengundang Pemerintah Daerah DIY bersama pelaku usaha dan UMKM untuk mengikuti Business Matching dan Expo Internasional pada 2–3 Agustus 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut akan mempertemukan UMKM Indonesia dengan importir, penyedia layanan katering, dan pelaku usaha Arab Saudi guna membuka peluang kerja sama perdagangan yang lebih luas.
