ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekalongan menyiapkan tiga prioritas untuk menghadapi penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M. Fokus tersebut mencakup penguatan pembinaan jemaah, peningkatan profesionalisme pembimbing manasik, serta penguatan tata kelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Kepala Kemenhaj Kota Pekalongan, Rindiyantono, mengatakan pembinaan jemaah menjadi salah satu aspek penting dalam persiapan haji 2027. Untuk itu, materi pembinaan akan disusun secara lebih terintegrasi melalui delapan kali pertemuan.
“KBIHU harus dapat menghadirkan layanan haji yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada kepuasan serta keselamatan jemaah,” ujar Rindiyantono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/08/2026).
Prioritas berikutnya adalah meningkatkan profesionalisme pembimbing manasik agar pembinaan yang diberikan kepada jemaah semakin optimal. Kemenhaj Pekalongan juga menaruh perhatian pada penguatan tata kelola KBIHU sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem penyelenggaraan haji.
Penguatan tata kelola KBIHU dinilai penting karena sekitar 91 persen jemaah haji asal Kota Pekalongan terdaftar dalam KBIHU. Karena itu, KBIHU diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memastikan jemaah memahami berbagai prosedur penyelenggaraan ibadah haji.
Langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut atas hasil evaluasi penyelenggaraan haji 2026. Dalam evaluasi itu, terdapat laporan mengenai pembinaan jemaah di Arab Saudi yang dinilai belum optimal oleh salah satu KBIHU. Kemenhaj Pekalongan kemudian memberikan pembinaan sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola dan kualitas layanan.
Menurut Rindiyantono, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari keberangkatan dan kepulangan jemaah. Pembinaan, perlindungan, kesehatan, ketertiban data, serta kepatuhan terhadap prosedur juga menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan haji berjalan dengan baik.
