ISLAM LIVE – Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, mengatakan pengalaman lapangan dan data penyelenggaraan haji 2026 akan menjadi dasar penyusunan kebijakan untuk musim haji berikutnya. Pernyataan tersebut mengemuka dalam acara evaluasi penyelenggaraan ibadah haji yang dilaksanakan di di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Sabtu (4/7/2026).
“Setiap tahapan penyelenggaraan haji kami evaluasi secara komprehensif. Pengalaman di lapangan dan data yang terkumpul menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah,” ujar Puji.
Menurut Puji, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan sejumlah kebijakan untuk penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M. Fokus evaluasi meliputi bimbingan ibadah, peningkatan kapasitas petugas, penataan logistik, serta pelayanan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Selain itu, Kemenhaj juga akan mengevaluasi layanan penjemputan saat puncak ibadah dan pelaksanaan badal haji sebagai bagian dari penyempurnaan pelayanan kepada jemaah.
Puji menegaskan seluruh rekomendasi hasil evaluasi akan menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan penyelenggaraan ibadah haji musim berikutnya.
“Kesempurnaan pelayanan jemaah tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari mitigasi sistemik yang terencana dan tepat. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan dan langkah strategis menuju penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah,” pungkas Puji dalam keterangan tertulis tersebut. (ari/ed).
