Tiga Prioritas Pendidikan di Kepulauan Aru, Renovasi Kelas hingga Sanitasi Layak

3 views
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru, Aris F.I. Gainau (kiri) menyerahkan data sekolah rusak kepada Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D., di Ballroom Hotel Grand Sahid Jakarta, Jumat (4/9/2026).

ISLAM LIVE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru menyodorkan data rinci kondisi 540 bangunan sekolah rusak ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam Rapat Koordinasi di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Tiga pilar usulan prioritas disampaikan Pemkab Aru, yakni renovasi ruang kelas rusak, pembangunan laboratorium sains, serta penyediaan fasilitas sanitasi yang layak 

“Data ini menggambarkan kondisi riil sarana pendidikan di Kepulauan Aru. Sebanyak 540 bangunan sekolah mengalami kerusakan dari kategori ringan, sedang, hingga rusak berat yang mendesak direvitalisasi,” kata Aris F.I. Gainau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru .

Selain perbaikan fisik, Pemkab Aru juga mendorong modernisasi teknologi pembelajaran. Usulan yang diajukan mencakup bantuan perangkat TIK seperti Chromebook atau laptop, sarana pemancar internet untuk sekolah terpencil, serta platform digital guna memperkuat infrastruktur digital di wilayah kepulauan .

Baca Juga:  Komisi X DPR Apresiasi Putusan MK, Minta Anggaran Pendidikan Kembali Fokus Tingkatkan Mutu

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan melalui pelatihan agar mampu memanfaatkan teknologi dan ekosistem pembelajaran digital . Program revitalisasi ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di daerah 3T .

Gainau menegaskan bahwa sebelum program dilaksanakan, pemerintah pusat dan daerah perlu memiliki komitmen melalui MoU dan PKS untuk memastikan pelaksanaan berjalan terarah dan memiliki dasar tata kelola yang jelas. “Karena itu, sebelum program ini dilaksanakan, perlu dilakukan MoU dan PKS antara Kemendikdasmen dengan masing-masing pemerintah daerah,” ujarnya .

Ia mengatakan keberadaan dokumen kerja sama tersebut juga penting untuk meminimalisasi potensi risiko hukum dalam pelaksanaan program, khususnya bagi kepala sekolah yang nantinya menerima dan melaksanakan kegiatan revitalisasi secara swakelola internal sekolah . Bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, program ini diharapkan menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi di wilayah kepulauan dan 3T .

Baca Juga:  Polisi Selidiki Laporan Pelecehan Anak di Pesantren Rejang Lebong
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA