ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Aceh melaksanakan Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi Petugas Kesehatan Haji untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M. Pelaksanaan seleksi tersebut dipantau langsung Inspektur Wilayah I Kemenhaj RI, Mayhardy Indra Putra.
Dalam pemantauannya, Mayhardy menegaskan proses rekrutmen petugas haji harus berlangsung secara bersih, transparan, dan objektif serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli).
“Rekrutmen petugas harus bersih, tidak ada pungli, dan transparan,” tegas Mayhardy.
Menurut Mayhardy, penggunaan sistem CAT menjadi salah satu mekanisme untuk menjaga keterbukaan dalam proses seleksi. Nilai peserta dapat diketahui secara langsung melalui siaran live streaming YouTube setelah peserta menyelesaikan ujian.
Ia menilai mekanisme tersebut penting untuk memastikan hasil seleksi dapat dipantau secara terbuka sekaligus mencegah adanya intervensi maupun perubahan nilai setelah ujian berlangsung.
Keterbukaan hasil seleksi, lanjut Mayhardy, juga diperlukan untuk membangun kepercayaan peserta dan masyarakat terhadap proses rekrutmen petugas haji. Dengan sistem tersebut, peserta dapat mengetahui nilai yang diperoleh berdasarkan hasil ujian masing-masing.
Pelaksanaan CAT merupakan salah satu tahapan seleksi Petugas Kesehatan Haji. Melalui proses tersebut, Kemenhaj berupaya mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi dan integritas untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada jemaah selama penyelenggaraan ibadah haji.
