ISLAM LIVE – Indonesia Scientific Society (ISS) sukses menyelenggarakan International Applied Physics Olympiad (IAPhO) 2026 di Kota Bandung pada 27-30 Agustus 2026. Kompetisi fisika internasional ini diikuti 111 finalis dari 6 negara yang bertanding di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.
“Kehadiran para finalis dari berbagai negara menjadi bagian penting dalam membangun semangat kompetisi sekaligus memperkuat interaksi dan jejaring akademik antar-pelajar di tingkat internasional,” kata Iwan Budiman, S.Si., M.Pd., Ketua Umum Indonesia Scientific Society (ISS), di Bandung, Senin (31/8/2026).
Penyelenggaraan IAPhO 2026 merupakan bagian dari komitmen ISS untuk menghadirkan ruang bagi generasi muda mengembangkan kemampuan sains sekaligus membangun jejaring internasional. Ajang ini tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, analisis, serta penerapan konsep fisika dalam kehidupan nyata.
Kompetisi dilaksanakan melalui tiga tahapan, dimulai dari babak kualifikasi yang diikuti 262 peserta dari 13 negara, kemudian babak semifinal dengan 180 peserta dari 10 negara, hingga babak final yang diikuti 111 finalis dari 6 negara. Seluruh tahapan sebelum final dilaksanakan secara daring.
Iwan menyampaikan bahwa penyelenggaraan IAPhO 2026 di Kota Bandung memberikan kesempatan kepada para peserta internasional untuk mengenal Indonesia, khususnya Bandung, sebagai kota pendidikan, kreativitas, dan inovasi. Interaksi antarpeserta dari berbagai negara juga dapat menumbuhkan persahabatan serta kolaborasi internasional.
“Diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mendalami fisika dan bidang sains, teknologi, serta inovasi. Kompetisi ini juga dapat menjadi salah satu wadah untuk memperkuat budaya akademik dan membangun generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir ilmiah serta mampu menghadapi tantangan global,” ungkapnya.
Iwan menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan IAPhO 2026 menunjukkan semakin kuatnya minat generasi muda terhadap bidang sains dan fisika terapan. Ia mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi ini.
“Keberhasilan ini menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap sains dan fisika terapan,” ujarnya.
