ISLAM LIVE – Iran akan kembali mengirim jemaah umrah ke Arab Saudi setelah menghentikan keberangkatan selama enam bulan. Pada tahap awal, sebanyak 18.000 jemaah dijadwalkan berangkat setelah pendaftaran dibuka pada awal Shahrivar, bulan keenam dalam kalender Hijriah Syamsiah Iran yang dimulai pada akhir Agustus.
seperti lansiran gulfnews pada 17/8/2026, Wakil Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran untuk urusan Haji dan Umrah, Akbar Rezaei, mengatakan pada tahap awal akan diberangkatkan satu penerbangan setiap lima hari dari sejumlah provinsi menuju Arab Saudi. Skema tersebut menjadi tahap awal sebelum program keberangkatan diperluas.
Pendaftaran jemaah umrah dijadwalkan dimulai pada awal Shahrivar. Sementara itu, sekitar lima juta pemegang voucher pendaftaran umrah saat ini masih menunggu kesempatan untuk menunaikan ibadah tersebut.
Sebelumnya, sekitar 200.000 warga Iran tercatat melakukan perjalanan umrah dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Menjelang akhir tahun lalu, jumlah keberangkatan bahkan mencapai lebih dari 1.300 jemaah per hari dari Iran menuju Arab Saudi.
Kelanjutan program akan bergantung pada finalisasi pengaturan penerbangan dan ketersediaan valuta asing yang dibutuhkan untuk perjalanan. Sebagian biaya umrah berkaitan dengan valuta asing, sementara keterbatasan penerbangan juga dapat memengaruhi kapasitas keberangkatan pada tahap berikutnya.
Persoalan biaya perjalanan juga menjadi perhatian di Iran. Ekonom Hamed Aslani menilai biaya valuta asing untuk perjalanan umrah perlu dihitung berdasarkan nilai tukar aktual. Sementara itu, pengelola kelompok jemaah Ehsan Malekzadeh meminta pemerintah memastikan biaya perjalanan tidak sepenuhnya dibebankan kepada jemaah melalui kurs pasar bebas.
Dengan 18.000 jemaah menjadi sasaran tahap awal dan sekitar lima juta pemegang voucher masih menunggu, perluasan keberangkatan berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan Iran memastikan ketersediaan penerbangan dan valuta asing. Sejumlah ahli juga mengusulkan pengaturan khusus valuta asing serta konsolidasi kontrak penerbangan dan layanan untuk menekan biaya dan meningkatkan kapasitas keberangkatan.
