ISLAM LIVE – Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam RAPBN 2027 atau naik sekitar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tambahan anggaran tersebut belum mencakup rencana kenaikan gaji guru karena pemerintah masih memprioritaskan kebutuhan belanja lainnya.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan salah satu penyerap terbesar anggaran pendidikan tahun depan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Alokasi program tersebut mencapai hampir 30 persen dari total anggaran pendidikan.
“Enggak. Belum, belum, belum direncanakan,” kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada awak media usai konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kenaikan anggaran pendidikan dari Rp769,08 triliun pada APBN 2026 menjadi Rp820,9 triliun menunjukkan adanya tambahan sekitar Rp51,82 triliun. Meski demikian, ruang fiskal untuk kebijakan baru, termasuk kenaikan gaji guru, dinilai masih terbatas.
Purbaya menyebut pemerintah belum memasukkan kebijakan kenaikan gaji guru ke dalam rancangan anggaran saat ini. Menurutnya, keputusan tersebut masih bergantung pada perkembangan kondisi keuangan negara di masa mendatang.
“Tapi bukan berarti enggak mungkin. Kan bisa saja sambil berjalannya waktu nanti kalau memang pemerintah punya uang lebih dan memang dibutuhkan, kita bisa tambah juga. Tapi sekarang belum direncanakan,” ujarnya.
Pemerintah menegaskan kebijakan anggaran akan terus dievaluasi sesuai kemampuan fiskal. Karena itu, peluang penambahan anggaran untuk kesejahteraan guru tetap terbuka apabila kondisi keuangan negara memungkinkan dan kebutuhan tersebut dianggap mendesak.
Dengan komposisi anggaran yang telah disusun, RAPBN 2027 menunjukkan bahwa kenaikan anggaran pendidikan belum otomatis diikuti kenaikan gaji guru. Pemerintah masih menempatkan prioritas belanja sesuai kebutuhan fiskal yang tersedia.
