Mitos IQ Warisan Ibu Runtuh! Pakar Biologi Molekuler Bongkar Rahasia 500 Gen di Balik Kecerdasan Anak

15 views

ISLAM LIVE – Selama ini berkembang narasi populer di masyarakat yang menyebutkan bahwa kecerdasan seorang anak sepenuhnya diturunkan dari ibu. Namun, benarkah sains mendukung klaim tersebut?

Dalam perbincangan di Podcast MALAKA yang dipandu oleh Dea Anugrah, pakar biologi molekuler Riza Arif Putranto, membedah berbagai miskonsepsi seputar DNA dan warisan genetik manusia.

 

Kecerdasan Bukan Milik Ibu Semata

Menanggapi mitos bahwa kecerdasan hanya berasal dari jalur ibu, Riza menegaskan bahwa secara genetik, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. DNA manusia merupakan kontribusi 50 persen dari ayah dan 50 persen dari ibu.

Kekeliruan ini sering kali berakar pada fakta bahwa DNA mitokondria memang diturunkan 100 persen dari ibu. Namun, Riza menjelaskan bahwa mitokondria berfungsi sebagai “mesin energi” sel, bukan penentu tunggal kecerdasan.

Ada sekitar 500 gen yang berkaitan dengan kecerdasan, dan semuanya merupakan kombinasi dari kedua orang tua.

Riza menganalogikan DNA sebagai “modal awal” atau potensi. Secara garis besar, genetik berpengaruh sekitar 50 persen terhadap karakter dan perilaku, sementara 50 persen sisanya ditentukan oleh epigenetik—yaitu faktor lingkungan, gaya hidup, nutrisi, dan pola asuh.

Baca Juga:  Pramono Anung: 707.000 Siswa dan 16.000 Mahasiswa Terima KJP-KJMU

“Kecerdasan itu dinamis, bukan statis,” ujar Riza. Seseorang mungkin lahir dengan potensi tinggi (genetik), namun jika tidak diasah melalui pendidikan dan stimulasi lingkungan (epigenetik), kecerdasan tersebut bisa menurun.

Sebaliknya, individu yang rajin belajar dan menjaga nutrisi dapat meningkatkan kapasitas intelektualnya secara signifikan.

 

Mengenal ‘Gen Pemarah’ dan ‘Gen Pemalas’

Dalam studi biologi molekuler, dikenal adanya kluster gen yang mengatur perilaku tertentu, seperti sifat “sumbu pendek” atau pemarah.

Secara evolusioner, sifat ini dulunya berfungsi untuk perlindungan diri di alam liar. Begitu pula dengan “gen mager” (couch potato gene) yang sebenarnya berkaitan dengan mekanisme tubuh dalam merespon kelelahan dan kebutuhan istirahat.

Namun, Riza menekankan bahwa keberadaan gen ini tidak bersifat deterministik. Manusia memiliki prefrontal cortex yang berfungsi sebagai sistem kendali logika untuk merasionalisasi tindakan, sehingga seseorang tetap bisa melatih diri untuk mengendalikan amarah atau rasa malasnya.

Baca Juga:  Ribuan Bayi Meninggal Akibat Kelainan Jantung, DPR Desak Akses Operasi Dipercepat

 

Tantangan Literasi Sains di Indonesia

Sebagai seorang science communicator, Riza menyoroti rendahnya literasi sains yang membuat masyarakat lebih mudah percaya pada pseudosains atau perdukunan.

Menurutnya, pseudosains sering kali memberikan jawaban yang terdengar logis dan pasti, sementara sains justru mengajarkan orang untuk terus bertanya dan menguji hipotesis.

Ia mendorong masyarakat untuk membangun kesadaran saintifik dalam kehidupan sehari-hari. Memahami sains bukan berarti harus menjadi ilmuwan, melainkan memiliki kemampuan untuk membedakan informasi yang akurat dan menggunakan logika dalam mengambil keputusan hidup.

Bagi para calon orang tua, Riza menyarankan agar tidak terlalu terbebani dengan mitos genetik yang kaku. Daripada memaksakan kegiatan tertentu saat hamil demi mengejar gen kecerdasan, ia lebih menyarankan fokus pada konsumsi asam folat, nutrisi yang baik, dan pengelolaan stres.

“Masukkan kesadaran dalam setiap informasi yang kita konsumsi. Gunakan sains untuk sebaik-baiknya hidup kita,” pungkasnya.

 

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA