ISLAM LIVE – Pemerintah Bangladesh akan merancang ulang paket haji dengan memangkas biaya tambahan di luar tiket pesawat untuk membuat biaya ibadah haji lebih terjangkau bagi jemaah. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Negara Penerbangan Sipil dan Pariwisata Bangladesh M Rashiduzzaman Millat pada Kamis (30/7/2026).
Berbicara dalam National Hajj and Umrah Fair di China Friendship Conference Centre, Dhaka, Millat mengatakan pemerintah tidak hanya berupaya menekan biaya penerbangan, tetapi juga mengevaluasi berbagai komponen biaya tambahan dalam paket haji.
Menurut Millat, pemerintah telah berdiskusi dengan Duta Besar Arab Saudi untuk mencari langkah lebih lanjut dalam menekan biaya keseluruhan pelaksanaan ibadah haji sekaligus memastikan jemaah memperoleh fasilitas yang lebih baik.
Pemerintah juga tengah mengupayakan agar jemaah yang memilih paket Kategori D dengan biaya lebih rendah tetap dapat memperoleh sejumlah fasilitas yang tersedia dalam Kategori C. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan tanpa menambah beban biaya secara signifikan bagi jemaah.
Millat mengatakan pemerintah juga menargetkan sistem pengelolaan haji pada 2027 dapat berjalan lebih baik dibandingkan pelaksanaan 2026. Pemerintah mencatat sejumlah keluhan jemaah selama musim haji tahun ini, terutama terkait penanganan bagasi, makanan, dan layanan lainnya.
Ia memastikan berbagai persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi agar tidak kembali terjadi dalam penyelenggaraan haji mendatang. Perbaikan layanan akan berjalan bersamaan dengan upaya menekan biaya sehingga jemaah dapat memperoleh layanan yang lebih baik dengan beban biaya yang lebih terjangkau.
