ISLAM LIVE – Program Masjid Makan-makan di Kota Bandung terus memperluas jangkauan layanan berbagi makanan bagi masyarakat. Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, program yang sebelumnya berpusat di satu lokasi kini menghadirkan Mobil Makan-makan, sebuah armada keliling yang mendistribusikan makanan gratis ke berbagai masjid di wilayah Bandung.
Inisiatif tersebut dilakukan untuk memperluas manfaat masjid sebagai ruang pelayanan sosial sekaligus menjangkau masyarakat yang membutuhkan di berbagai kawasan. Selama Ramadhan, armada tersebut berpindah lokasi setiap hari dan telah beroperasi selama sekitar 32 hari.
Program Masjid Makan-makan berawal dari aktivitas berbagi makan siang yang dipusatkan di Masjid Baitul Huda sejak Juni 2024. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan banyaknya permintaan dari berbagai daerah, pengembang kemudian mengembangkan layanan melalui mobil keliling agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Penggerak Masjid Makan-makan, Fadhli Hamidi, mengatakan bahwa gerakan tersebut lahir dengan harapan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pelayanan bagi umat.
“Masjid makan-makan itu adalah pergerakan yang tujuan dan harapannya menjadikan masjid itu bisa memberikan tempat manfaat menjadi solusi buat umat,” ujar Fadhli kepada detikJabar.
Ia menambahkan, masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi sehingga membutuhkan ruang yang dapat menghadirkan harapan dan kepedulian sosial.
Bahkan jika seorang muslim sudah tidak ada jalan keluar, mereka harus minta-minta di jalan. Padahal ada tempat mereka bisa kembali, tempat mereka berharap, tempat mereka menemukan harapan itu sebetulnya kemunculan masjid,” katanya.
Sejak berjalan hampir dua tahun, program tersebut telah menyediakan sekitar 400 porsi makan siang setiap hari yang dinikmati jamaah setelah salat Zuhur berjamaah.
“Alhamdulillah sekarang yang merasakan manfaat salat berjamaah di masjid itu setiap zuhur untuk makan siang kurang lebih sekitar 400 jamaah, kami menyediakan 400 porsi setiap hari,” jelas Fadhli.
Menurutnya, kehadiran Mobil Makan-makan merupakan respon atas banyaknya informasi mengenai masjid-masjid yang belum memiliki program sosial serupa dan masih terdapat warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan.
“Hadirnya mobil makan-makan itu adalah wasilah kegelisahan banyak umat di sekitar masjid tempat yang lain. Ternyata banyak yang memberikan informasi bahwasanya tempat-tempat lain itu banyak masjid yang kekurangan manfaat, masih banyak di sekitar kelaparan,” ujarnya.
Seluruh makanan yang diproduksi melalui pemberdayaan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan memasak namun belum memiliki pekerjaan tetap. Mereka menyiapkan menu secara bergantian dari rumah masing-masing sebelum didistribusikan ke penerima manfaat.
Danaan program tersebut sepenuhnya berasal dari partisipasi masyarakat dalam bentuk donasi makanan, bahan pokok, maupun bantuan dana yang disalurkan secara langsung maupun melalui platform bold.
“Indonesia itu tidak kekurangan orang baik, jadi makanan yang kami hidangkan setiap hari itu benar-benar murni atas wasilah kebaikan orang lain dan tidak tahu orangnya dari mana tapi kebaikannya nyata hadirnya,” tutur Fadhli.
Program Masjid Makan-makan menjadi salah satu contoh pemanfaatan fungsi sosial masjid melalui pelayanan kepada masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan pangan, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi warga dalam proses produksi makanan sehingga memberi dampak bagi pemberdayaan ekonomi sekitar masyarakat.
Dalam Islam, masjid memiliki fungsi yang tidak terbatas sebagai tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan umat. serupa firman Allah Swt. dalam QS. At-Taubah ayat 18:
“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah.”
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR.Ahmad).
Nilai tersebut diwujudkan melalui upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas dari masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kepedulian sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui semangat berbagi dan gotong royong, keberadaan masjid diharapkan semakin dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar.
