ISLAM LIVE – Upaya menghidupkan kembali tradisi rukyat atau pengamatan hilal mulai berkembang di Inggris melalui kolaborasi Royal Observatory Greenwich dan New Crescent Society.
Program ini bertujuan mendorong umat Islam menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan hasil pengamatan di wilayah setempat, sekaligus mengubah anggapan bahwa kondisi cuaca Inggris membuat rukyat hampir mustahil dilakukan.
Selama ini, banyak Muslim di Inggris memilih mengikuti penetapan awal Ramadan maupun Idulfitri dari negara lain karena langit yang sering tertutup awan dinilai menyulitkan proses pengamatan hilal. Melalui kegiatan edukasi dan pengamatan bersama, kedua lembaga tersebut berupaya menghidupkan kembali tradisi rukyat sebagai bagian dari warisan keilmuan dan ibadah dalam Islam.
Dalam salah satu siaran langsung menjelang Ramadan, astronom dan pengamat hilal dari berbagai wilayah Inggris melakukan pemantauan kemunculan bulan sabit pertama. Meski sebagian besar wilayah tertutup awan, hilal akhirnya berhasil dikonfirmasi terlihat di kawasan Jersey.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa rukyat tetap dapat dilakukan di Inggris apabila didukung dengan perencanaan dan pemanfaatan teknologi astronomi yang memadai.
Perkembangan ilmu astronomi turut memberikan kemudahan dalam pelaksanaan rukyat. Perhitungan posisi bulan, penggunaan teleskop modern, serta pemetaan kondisi cuaca membantu para pengamat menentukan waktu dan lokasi terbaik untuk mengamati hilal tanpa menghilangkan prinsip syariat yang menjadi dasar penentuan awal bulan Hijriah.
Semangat memperkuat rukyat lokal juga mendapat dukungan dari sejumlah lembaga fatwa di India, Pakistan, dan Bangladesh pada 2024. Mereka berpandangan bahwa umat Islam di Inggris dapat menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan hasil rukyat di wilayahnya sendiri apabila hilal benar-benar berhasil terlihat.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan ilmu pengetahuan dapat berjalan selaras dengan pelaksanaan syariat. Teknologi astronomi berfungsi membantu proses pengamatan, sementara rukyat tetap menjadi bagian dari tradisi penentuan awal bulan Hijriah yang telah dipraktikkan umat Islam sejak masa Rasulullah ﷺ.
Dengan semakin banyaknya kolaborasi antara komunitas Muslim dan lembaga astronomi, tradisi rukyat diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari ikhtiar menjaga pelaksanaan ibadah sekaligus memperkuat kemandirian umat Islam dalam menetapkan awal bulan Hijriah di negara tempat mereka tinggal.
