Salah Card, Cara Kreatif Membiasakan Anak Salat Lima Waktu

11 views
Bukhari House, Auburn-MGM, Victoria - Rooty Hill Masjid, NSW - Dar Al Tawheed Youth Centre, WA - Australian Islamic House

ISLAM LIVE – Menumbuhkan kebiasaan salat lima waktu pada anak menjadi tantangan yang dihadapi banyak orang tua di era digital. Beragam distraksi, mulai dari penggunaan gawai hingga padatnya aktivitas sehari-hari, membuat pembiasaan ibadah membutuhkan pendekatan yang lebih menarik dan konsisten.

Menjawab kebutuhan tersebut, Islamic Circle of Australia & New Zealand (iCAN) bersama sejumlah masjid dan relawan komunitas menghadirkan Salah Card Program, sebuah inisiatif Ramadhan yang dirancang untuk membantu anak-anak membangun rutinitas ibadah melalui metode yang sederhana dan menyenangkan.

Program ini menyertakan peserta mencatat pelaksanaan salat lima waktu, tilawah Al-Qur’an, serta berbagai amal kebaikan setiap hari dalam sebuah kartu khusus. Kartu tersebut diperbarui setiap dua pekan selama Ramadhan sebagai bentuk evaluasi sekaligus motivasi agar semangat beribadah tetap terjaga hingga akhir bulan suci.

Baca Juga:  Menag RI Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji, BPJS hingga Beasiswa PJJ Disiapkan

Lebih dari sekedar membiasakan shalat, Salah Card juga menanamkan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak terdorong untuk membiasakan mengucapkan salam, berbicara dengan sopan, membantu orang lain, berbagi dengan teman, serta membangun kebiasaan mengucapkan terima kasih dan meminta maaf.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya menekankan pelaksanaan ibadah, tetapi juga pembentukan karakter. Salat yang dijalankan secara konsisten diharapkan melahirkan pribadi yang santun, peduli, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pada penghujung Ramadhan, seluruh kartu yang telah terisi dikumpulkan kembali. Anak-anak yang menunjukkan konsistensi dalam menjalankan shalat dan mencatat amal kebaikan memperoleh penghargaan sebagai bentuk penghargaan sekaligus dorongan agar kebiasaan tersebut terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir.

Baca Juga:  Di Belakang Trump, Xi Jinping Curhat ke Putin: Perang di Timur Tengah Tidak Bijak

Program yang diterapkan di berbagai kota di Australia ini menampilkan bahwa pelatihan karakter tidak selalu memerlukan metode yang rumit. Melalui media sederhana, anak-anak dilatih untuk bertanggung jawab terhadap ibadah sekaligus membangun disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, pembentukan karakter Islami sering kali berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara berulang. Ketika salat, akhlak, dan amal baik dibiasakan sejak usia dini, nilai-nilai tersebut berpeluang tumbuh menjadi bagian dari kepribadian yang melekat hingga dewasa.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA