Masa Muda Nabi Muhammad yang Inspiratif

6 views
Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus, pendakwah, ulama muda, dan tokoh keagamaan asal Kota Depok, Jawa Barat. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Depok, periode khidmah 2019-2024

Oleh: Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus

ISLAM LIVE – Para pemuda adalah tonggak utama suatu peradaban. Demikian pula pada masa Rasulullah SAW. Sebagian besar para sahabat kala itu berada pada usia muda dan memiliki peran penting dalam mengawal suksesnya dakwah Islam.

Catatan sejarah meriwayatkan bahwa, Nabi Muhammad muda sudah kehilangan ibu, bapak, dan sang kakek, ia hidup bersama keluarga pamannya, Sayyidina Abu Thalib, sejak usia delapan tahun sampai usia lima puluh tahun. Melihat kondisi perekonomian keluarga paman yang kurang stabil, belum lagi paman harus menghidupi istri dan beberapa anaknya, Nabi Muhammad pun meminta izin kepada sang paman untuk menggembala kambing milik orang Makkah dengan mendapat imbalan beberapa qirath (bagian dari uang dinar).

Baca Juga:  Mulla Sadra dan Rahasia Kebahagiaan Sejati

Memasuki usia sekitar 25 tahun, Rasulullah SAW juga dikenal sebagai seorang pedagang. Beliau membawa barang dagangan milik Siti Khadijah ke Syam. Berbekal kejujuran dan tutur kata yang lembut, Rasulullah mampu membangun kepercayaan sehingga dagangannya laris dan memberikan keuntungan yang berlipat.

Etos kerja Rasulullah SAW pada masa muda menjadi teladan bagi umatnya, terutama bagi para pemuda dan pemudi. Dengan memiliki profesi dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, berarti Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk hidup mandiri. Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Seseorang di antara kamu membungkus seikat kayu bakar lalu dibawa di atas pundaknya, kemudian menjualnya, itu lebih baik baginya daripada meminta-minta pada seseorang, yang akan memberinya atau menolaknya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:  Ta’wil Menurut Imam Al-Ghazali: Kapan Perlu Ditafsirkan, Kapan Harus Berhenti

Hadis tersebut menegaskan bahwa memperoleh penghasilan dari hasil jerih payah sendiri lebih utama daripada meminta-minta kepada orang lain. Nabi menyebutkan pekerjaan mencari kayu bakar dalam hadits tersebut karena profesi itu merupakan salah satu mata pencaharian sahabat saat itu.

Teladan masa muda Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kemuliaan tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari kerja keras, dan kemandirian. Nilai-nilai itulah yang patut dijadikan pegangan oleh para pemuda dan pemudi Indonesia dalam mengembangkan potensi yang telah Allah titipkan dalam jati diri setiap hamba-Nya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA