ISLAM LIVE – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,72 triliun untuk memperkuat program prioritas industri pada 2027.
“Industri manufaktur menunjukkan kinerja yang positif dan tetap menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional. Karena itu, momentum ini harus terus kita jaga melalui kebijakan dan program yang mampu memperkuat struktur industri, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan nilai tambah yang semakin tinggi di dalam negeri. ” kata Agus saat menyampaikan usulan tersebut dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (31/08/2026).
Tambahan anggaran akan diarahkan untuk sejumlah program, antara lain penumbuhan wirausaha industri baru Rp452,50 miliar, pendidikan dan pelatihan vokasi Rp207,90 miliar, serta restrukturisasi mesin dan peralatan industri padat karya dan IKM Rp174,50 miliar.
Kemenperin juga mengusulkan Rp127,47 miliar untuk mendukung hilirisasi dan industrialisasi, Rp120,51 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera, serta anggaran bagi penguatan SNI, pendidikan vokasi, satuan kerja baru, dan pengembangan sentra IKM.
Saat ini, Kemenperin memperoleh pagu anggaran 2027 sebesar Rp2,01 triliun. Angka tersebut turun Rp488,16 miliar atau 19,51 persen dibandingkan pagu awal 2026.
Kemenperin menilai tambahan anggaran diperlukan agar program peningkatan produktivitas, daya saing, hilirisasi, penguatan IKM, dan transformasi industri dapat berjalan optimal.
