ISLAM LIVE – Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Itjen Kemenhaj RI) memantau langsung pelaksanaan Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tenaga Kesehatan Tahun 1448 H/2027 M di Kantor Regional III BKN Bandung, Senin (31/8/2026). Seleksi tersebut menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Inspektur Jenderal Kemenhaj RI Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi hadir meninjau pelaksanaan ujian didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat H. Boy Hari Novian. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan rekrutmen berjalan transparan, akuntabel, serta terbebas dari praktik kecurangan.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa pelaksanaan seleksi PPIH Tenaga Kesehatan ini dilakukan secara transparan, objektif, dan akuntabel. Tidak ada ruang untuk praktik suap, gratifikasi, maupun percaloan. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama,” tegas Dendi dalam arahannya kepada peserta dan panitia.
Dendi menambahkan, penggunaan sistem CAT BKN menjadi salah satu jaminan objektivitas dalam proses penilaian. Melalui sistem tersebut, hasil ujian ditentukan berdasarkan kemampuan dan persiapan masing-masing peserta tanpa intervensi dari pihak mana pun.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat H. Boy Hari Novian mengapresiasi supervisi langsung yang dilakukan jajaran Itjen Kemenhaj RI. Menurutnya, pendampingan tersebut semakin memperkuat penerapan Zona Integritas di lingkungan Kanwil Kemenhaj Jawa Barat.
Selain memastikan kesiapan teknis ujian, Itjen dan Kanwil Kemenhaj Jawa Barat juga mengingatkan peserta untuk mematuhi tata tertib seleksi. Peserta turut diminta menjaga lingkungan ujian tetap Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI), termasuk dengan tidak meninggalkan sampah di area BKN Bandung.
Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan, Kemenhaj RI berharap dapat menjaring tenaga kesehatan haji yang kompeten secara medis sekaligus memiliki dedikasi dan integritas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia.
