ISLAM LIVE – Penampilan SMP Negeri 1 Pagak (SPENSAPA) dalam Kirab Budaya Nusantara 2026 mencapai puncaknya saat rombongan tiba di depan panggung kehormatan pada Minggu (6/9/2026). Para siswa menampilkan Tari Sri Aji, tarian khas SPENSAPA yang mengangkat cerita sejarah Desa Sumbermanjing Kulon, diperkaya dengan narasi mengenai semangat perjuangan para pahlawan .
“Tujuan kami bukan hanya meriah-meriah saja. Kami ingin anak-anak muda ingat, bahwa nasionalisme harus dipatri dalam hati setiap siswa. Nasionalisme harus dirayakan, bukan hanya dihafal,” ujar Mohammad Ali, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Pagak .
Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan “Indonesia Pusaka”, mengubah suasana menjadi momen reflektif ketika ratusan siswa dalam balutan merah putih menyuarakan kecintaan terhadap tanah air . Kesuksesan penampilan SPENSAPA tidak lepas dari kekompakan seluruh unsur sekolah, dengan dewan guru dan karyawan turut aktif mendukung serta menyukseskan keikutsertaan siswa .
Ketua panitia internal SPENSAPA, Arif Rahmanhudi, S.Pd., turun langsung mengawal kegiatan, didampingi KPB Kesiswaan Danu Susanto, S.E., beserta stafnya Sefin Nur Aisyah, S.Si. Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 250 siswa, koordinasi menjadi bagian penting mulai dari persiapan kostum hingga penampilan di depan panggung kehormatan .
Bagi SPENSAPA, kirab budaya bukan sekadar parade. Di balik kemeriahan kostum dan atraksi, terdapat proses pendidikan karakter yang ingin ditanamkan kepada peserta didik: nasionalisme, kreativitas, gotong royong, keberanian, dan penghargaan terhadap sejarah lokal maupun sejarah bangsa .
“Sang Saka” akhirnya bukan hanya menjadi tema penampilan, tetapi menjadi pesan yang ingin dibawa SPENSAPA kepada masyarakat: perjalanan sebuah bangsa akan terus berlanjut, dan generasi muda hari ini adalah bagian dari perjalanan tersebut . Merah putih dikenakan, sejarah dikenang, nasionalisme diwujudkan .
