ISLAM LIVE – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Rafli Ridho, akhirnya meminta maaf atas insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Permintaan maaf disampaikan setelah sebelumnya para alumni menyoroti sikap SPPG yang dinilai tidak bertanggung jawab .
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli Ridho, Kepala SPPG Kalitengah, kepada awak media di Sidoarjo, Rabu (2/9/2026) .
Rafli menjelaskan, makanan mulai diolah pukul 05.30 WIB dan dikirim ke penerima pada pukul 11.00 WIB. Makanan tersebut hanya tahan hingga 4 jam . Ia mengklaim sebelum dikonsumsi, makanan telah diuji oleh PIC pihak sekolah. Namun, ia mengaku tidak tahu mengapa ratusan santri justru mengalami keracunan.
“Di situ kan ada organoleptik (penguji atau penilai suatu produk). Setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah di makanan itu. Tapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya tidak tahu,” ungkapnya .
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi suspend berat selama 30 hari terhadap operasional SPPG Kalitengah . BGN juga mengusulkan pencopotan Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, sebagai bentuk evaluasi internal .
“Kami mengusulkan kepada kepala SPPG tersebut untuk dilakukan suatu pencopotan, sekaligus melakukan pergantian,” ucap Ketut Sumedana, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Rabu (2/9/2026) .
Sementara itu, para alumni Ponpes Manbaul Hikam menyatakan kecewa karena sebelumnya pihak SPPG Kalitengah dinilai belum datang menyampaikan permintaan maaf kepada pihak pondok maupun keluarga korban . Mereka menilai sikap tersebut dapat menimbulkan spekulasi di masyarakat seolah-olah pihak pondok yang salah.
“Kami para alumni sangat kecewa. Pihak yang terkait sumber makanan itu tidak mengakui kesalahan, sampai hari ini tidak pernah datang ke pesantren untuk minta maaf,” kata Nahwan Masudi, Perwakilan Alumni Ponpes Manbaul Hikam .
Hingga Kamis (3/9/2026) malam, jumlah korban tercatat mencapai 666 orang. Sebanyak 581 pasien sudah dipulangkan, 77 masih menjalani rawat inap, dan enam lainnya dalam observasi medis . Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakshmi Herawati menyebut jumlah tersebut merupakan data terbaru kasus dugaan keracunan MBG tersebut.
