ISLAM LIVE – Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, Afief Mundzir, meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dan Kementerian Haji dan Umrah memperkuat komunikasi dalam penyelenggaraan ibadah haji. Menurutnya, komunikasi terbuka diperlukan agar berbagai persoalan pelayanan jemaah dapat diselesaikan melalui koordinasi dan evaluasi bersama.
Hal tersebut disampaikan Afief saat memberikan pembinaan kepada KBIHU dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat di Emersia Hotel & Resort Batusangkar, Kamis (13/8/2026). Ia menegaskan KBIHU memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“KBIHU secara amanat Undang-undang adalah mitra yang strategis bagi Kementerian Haji dan Umrah,” kata Afief dalam pembinaannya.
Afief meminta KBIHU tidak ragu menyampaikan kritik dan masukan apabila menemukan persoalan dalam pelayanan. Sebaliknya, KBIHU juga diminta menerima evaluasi apabila terdapat kesalahan dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, komunikasi dua arah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperbaiki kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Kalau untuk kami yang ada di Kementerian Haji ada hal yang menurut Panjenengan tidak baik, sampaikan kepada kami,” tuturnya.
Selain memperkuat komunikasi, Afief meminta kualitas layanan haji yang telah berjalan pada 2026 dipertahankan pada penyelenggaraan haji 2027. Ia juga menyampaikan kebijakan mengenai pembimbing ibadah KBIHU, termasuk skenario penggabungan bagi KBIHU yang belum memenuhi 151 jemaah, serta pentingnya memastikan data jemaah yang terafiliasi sesuai dengan kondisi sebenarnya.
