ISLAM LIVE – Di balik kesuksesan penjualan 150.000 botol sambal senilai Rp8,7 miliar dalam dua menit, terdapat kis panjang riset dan pengembangan selama enam bulan yang melibatkan kerja sama langsung dengan para nelayan lokal di Setiu, Terengganu, untuk menghasilkan Sambal Nyet Bilis.
Khairul Aming, influencer dan pengusaha asal Malaysia, mengatakan peluncuran produk keduanya ini menjadi momen berarti karena ia keluar dari zona nyaman dan memberikan apresiasi terhadap perjuangan nelayan yang memasok bahan baku utama sambalnya .
“Setelah enam tahun berniaga dengan satu sambal sahaja, akhirnya kita dah bersedia untuk keluarkan sambal yang baru. Rasa yang berbeza, lebih kick dan menggunakan lebih banyak bahan,” kata Khairul Aming, pengusaha kuliner asal Malaysia, dalam video pengumuman di media sosial, sebelum peluncuran .
Proses pembuatan Sambal Nyet Bilis yang menggunakan ikan bilis segar pilihan dari Setiu, Terengganu, memakan waktu enam bulan riset dan pengembangan, dua bulan produksi dan syuting, serta lebih dari sebulan persiapan peluncuran .
“Saya pergi ke laut bersama nelayan karena saya ingin belajar dan memahami tantangan yang mereka hadapi dalam menangkap ikan bilis. Ini menunjukkan bahwa mereka mulai menghargai ikan bilis lebih dari sebelumnya,” ujarnya kepada Bernama .
Peluncuran produk yang berlangsung melalui siaran langsung TikTok dari Level 118 Menara Merdeka Maybank ini disaksikan lebih dari 370.000 penonton dan berhasil memecahkan lima rekor utama, termasuk penjualan tertinggi dalam satu siaran langsung sebesar RM3,5 juta .
Khairul mengakui tantangan meluncurkan produk kedua karena Sambal Nyet Berapi telah menetapkan ekspektasi tinggi di kalangan konsumen selama enam tahun terakhir .
“Mungkin sudah terjual habis, tetapi respons masih akan datang. Jadi, kita harus siap,” tutup pria 33 tahun itu .
Keberhasilan ini diharapkan dapat terus menyuntik semangat dan memberi inspirasi kepada anak tempatan dan usahawan muda untuk berani berimpian besar .
