ISLAM LIVE – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga pada triwulan II 2026. Kondisi itu bertahan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan konflik geopolitik.
KSSK menyebut stabilitas didukung koordinasi pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam asesmennya, KSSK memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6–6,0 persen pada 2026. Inflasi Juli juga terkendali sebesar 2,88 persen secara tahunan.
Sementara itu, PMI Manufaktur kembali masuk zona ekspansi dengan indeks 50,2.
Di sektor perbankan, kredit tumbuh 12,67 persen secara tahunan menjadi Rp9.080,9 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 10,21 persen menjadi Rp10.281,8 triliun.
Rasio permodalan perbankan tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 23,70 persen.
KSSK akan terus memperkuat koordinasi kebijakan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
