ISLAM LIVE – Membangun kembali peradaban Islam harus dimulai dari pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an agar melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan mampu menjaga persatuan umat yang selama ini terpecah akibat lemahnya fondasi keimanan, demikian disampaikan Prof. Dr. Husni Mubaraq Guru Besar Bidang Ilmu Fiqh dalam taushiyah bakda Subuh di Masjid Baiturrahman Lhokseumawe, Kamis (6/8/2026).
Guru besar itu mengajak umat Islam mengambil pelajaran dari sejarah, khususnya runtuhnya Khilafah Turki Usmani pada 1924 yang menjadi titik awal melemahnya persatuan umat dan menurunnya peradaban Islam.
“Membangun kembali peradaban Islam harus dimulai dari pendidikan. Pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an akan melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjaga persatuan umat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa setelah runtuhnya Khilafah Turki Usmani, umat Islam terpecah ke dalam berbagai kelompok yang saling mengklaim paling benar. Kondisi ini diperparah dengan lahirnya gerakan dakwah dan tarbiyah yang dipelopori Said Nursi di Turki sebagai upaya mengembalikan umat pada Al-Qur’an.
Prof Husni menegaskan bahwa Al-Qur’an harus menjadi pedoman utama dalam kehidupan, pendidikan, dan pembinaan umat. Hanya dengan kembali kepada kitab suci, umat Islam dapat keluar dari keterpurukan dan meraih kejayaan kembali.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an melalui membaca, memahami, dan mengamalkan ajarannya. Menurutnya, kebangkitan peradaban tidak mungkin tercapai tanpa penguatan ukhuwah dan penghayatan nilai-nilai Al-Qur’an.
Gerakan Said Nursi di Turki menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an mampu membangkitkan kesadaran umat dan memperbaiki kondisi masyarakat yang terpuruk.
Dengan kembali kepada Al-Qur’an, umat Islam dapat memperkuat ukhuwah, mengakhiri perpecahan, dan bangkit menuju peradaban yang lebih baik, tutupnya.
