ISLAM LIVE – Universitas Islam Gaza mengandalkan simulasi virtual, rekaman praktikum, dan pembelajaran daring untuk melanjutkan proses pendidikan setelah ratusan laboratorium hancur akibat perang di Jalur Gaza. Langkah tersebut ditempuh agar mahasiswa tetap dapat mengikuti perkuliahan meski fasilitas praktikum belum dapat digunakan.
Perubahan metode pembelajaran terutama diterapkan pada program studi yang bergantung pada kegiatan laboratorium, seperti kedokteran, ilmu kesehatan, dan teknik.
Universitas juga menyesuaikan kurikulum serta memperluas pelatihan lapangan di rumah sakit, pusat layanan kesehatan, dan lembaga lokal guna mengurangi dampak hilangnya fasilitas praktikum.
“Salah satu alternatifnya adalah menggunakan simulasi digital dan eksperimen yang direkam dalam pengajaran mikrobiologi medis, biokimia, hematologi, diagnostik molekuler, laboratorium optik medis, dan pelatihan fisioterapi,” kata Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam Gaza, Abdulraouf Ali al-Manama pada 27/7/2026.
Meski demikian, al-Manama menegaskan berbagai metode tersebut hanya menjadi solusi sementara. Menurutnya, simulasi digital tidak dapat menggantikan keberadaan laboratorium yang lengkap untuk membantu mahasiswa menguasai keterampilan praktis dan membangun kepercayaan diri sebelum memasuki dunia kerja.
Koordinator Laboratorium Universitas Islam Gaza, Yassin al-Nounou, mengatakan hilangnya laboratorium dan peralatan membuat mahasiswa hanya dapat mempelajari fungsi alat melalui penjelasan teori, video, dan rekaman eksperimen. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa karena mereka belum pernah melihat maupun menggunakan langsung berbagai perangkat laboratorium yang akan dihadapi dalam profesinya.
Universitas Islam Gaza menyatakan akan terus mengombinasikan pembelajaran daring, simulasi virtual, dan pelatihan lapangan hingga laboratorium dapat dipulihkan. Namun, pihak kampus menilai pembangunan kembali fasilitas praktikum beserta pengadaan peralatan ilmiah tetap menjadi kebutuhan utama untuk mengembalikan kualitas pendidikan, khususnya di bidang kedokteran dan ilmu kesehatan.
