Menhaj: Istithaah Kesehatan Bukan Sekadar Persyaratan Haji

2 views
Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf.

ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf sampaikan istithaah kesehatan tidak boleh dipandang sekadar sebagai persyaratan administrasi bagi calon jemaah haji.

Pesan itu disampaikan Gus Irfan saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali di Denpasar, Kamis (23/7/2026). Dalam arahannya, ia meminta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan calon jemaah dilakukan lebih dini dan disertai pembinaan kesehatan secara berkelanjutan.

“Istithaah kesehatan bukan sekadar memenuhi persyaratan, tetapi ikhtiar negara untuk melindungi jemaah. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan lebih dini, pembinaannya harus berkelanjutan, sehingga saat berangkat ke Tanah Suci jemaah benar-benar siap secara fisik. Semakin sehat jemaah kita, semakin besar peluang mereka menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan khusyuk,” ujar Gus Irfan.

Baca Juga:  Di Depan 261 ASN Menhaj Tegaskan: Kita Tidak Main-main dengan Haji

Menurutnya, pelaksanaan istithaah kesehatan merupakan bagian dari upaya negara melindungi jemaah agar dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan kondisi fisik yang siap.

Menurut Gus Irfan, penguatan program istithaah kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Kesiapan fisik jemaah sejak sebelum keberangkatan dinilai akan mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah sekaligus meminimalkan risiko kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga berdialog dengan jajaran Kanwil Kemenhaj Provinsi Bali mengenai penguatan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, implementasi program istithaah kesehatan, serta langkah-langkah strategis dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Sebagai penutup, Gus Irfan mengajak seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah menjadikan penyelenggaraan Haji 2027 sebagai momentum untuk menghadirkan tata kelola yang semakin profesional, adaptif, serta berorientasi pada perlindungan dan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah.

Baca Juga:  Bayar hingga Rp 300 Juta, 13 WNI Gagal Berangkat Haji usai Dicegah Imigrasi di Bali
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA