ISLAM LIVE – Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) mengungkap perubahan pola rekrutmen yang dilakukan kelompok militan dan ekstremis. Selain memanfaatkan media daring, kelompok tersebut kini disebut menggunakan platform gim Roblox untuk mencari dan merekrut anggota baru.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Inspektur Jenderal Polisi Diraja Malaysia, Tan Sri Ayob Khan Mydin Pitchay, dalam peluncuran buku biografinya From Pendang to Bukit Aman: The Integrity Journey of Tan Sri Ayob Khan Mydin Pitchay di Kuala Lumpur, Kamis (23/7/2026).
“Ancaman dari kelompok-kelompok militan dan ekstremis tidak akan pernah hilang,” kata Ayob.
Ia menjelaskan bahwa metode perekrutan kelompok ekstremis terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebiasaan masyarakat.
“Tren sudah berubah. Di masa lampau, rekrutmen dilakukan melalui sesi usrah. Kemudian pindah ke daring. Sekarang mereka menggunakan platform seperti Roblox untuk menemukan dan merekrut orang,” ujarnya.
Menurut Ayob, kondisi tersebut menuntut aparat keamanan untuk menyesuaikan strategi pengawasan dan deteksi dini agar ancaman dapat dicegah sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan.
Ia menegaskan peran Cawangan Khas, sebagai badan intelijen di bawah PDRM, sangat penting dalam mendeteksi serta menggagalkan potensi serangan sebelum terjadi, sedangkan Jabatan Siasatan Jenayah bertugas menangani proses penyelidikan setelah tindak pidana berlangsung.
Ayob menilai perkembangan teknologi digital membuat kelompok ekstremis semakin adaptif dalam memanfaatkan berbagai platform yang banyak digunakan masyarakat, sehingga upaya pencegahan juga harus terus diperbarui.
