PBNU Susun Modul Kesehatan Reproduksi untuk Santri

1 views
Hj. Alissa Wahid

ISLAM LIVE  – Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dorong merancang modul pendidikan kesehatan reproduksi menjadi bagian dari sistem pembelajaran di pesantren. Upaya tersebut diawali dengan penyusunan modul bersama para pengasuh pesantren dalam Halaqah Implementasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri yang digelar di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Senin (20/7/2026).

Penyusun Modul Pendidikan Kesehatan Reproduksi Santri, KH Faqihuddin Abdul Kodir, mengatakan keberhasilan program sangat bergantung pada peran para pengasuh pesantren karena mereka memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan dan pembinaan santri.

“Pengasuh memiliki pengaruh yang sangat besar, tidak hanya kepada santri, tetapi juga kepada ustadz-ustadzah, musyrif dan musyrifah, alumni, keluarga, hingga arah kurikulum pesantren. Oleh karena itu, penting sekali para pengasuh memiliki visi yang sama mengenai amanah, khidmah, dan maslahah yang diemban pesantren,” ujarnya.

Baca Juga:  EFA Foundation dan LES Global Luncurkan “Global Voices”, Sertifikasi Storytelling untuk Talenta Muda Indonesia

Menurut Faqihuddin, pendidikan kesehatan reproduksi tidak boleh dipahami hanya sebagai upaya mencegah kekerasan seksual. Materi tersebut juga perlu membahas perkembangan biologi, psikologis, serta pembentukan hubungan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dari visi itu kemudian diterjemahkan dalam bentuk yang lebih operasional, seperti kurikulum, peraturan pesantren, ceramah, maupun materi pembelajaran yang membantu santri mengenali dirinya, menjaga kesehatan, memahami perkembangan psikologisnya, serta menghormati orang lain, katanya.

Ia menilai para pengasuh yang mengikuti halaqah telah memiliki kesadaran mengenai pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi. Langkah berikutnya adalah menerjemahkan pemahaman tersebut ke dalam kurikulum, modul, dan kebijakan di lingkungan pesantren.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren KHAS Kempek, KH Muhammad bin Ja’far, menyambut baik inisiatif PBNU tersebut. Menurutnya, pesantren perlu terus berinovasi dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi karakter lembaga pendidikan Islam.

Baca Juga:  Wacana Hapus Prodi, Pegiat Pendidikan: Jangan Korbankan Ilmu Dasar demi Kalkulasi Pasar

“Pesantren perlu terus melakukan inovasi-inovasi tanpa menghilangkan karakteristik atau manhaj yang asasi bagi pesantren tersebut,” katanya.

PBNU berharap penyusunan modul ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan pendidikan kesehatan reproduksi yang sesuai dengan nilai-nilai kepesantrenan dan dapat diterapkan secara bertahap di berbagai pesantren di Indonesia.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA