ISLAM LIVE – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menilai pelanggaran nota kesepahaman (MoU) perdamaian oleh Amerika Serikat membuktikan bahwa komitmen Presiden Donald Trump tidak dapat dipercaya.
Dalam pesan kepada rakyat Iran yang disiarkan media Iran, Khamenei menyebut pelanggaran terhadap MoU yang ditandatangani Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Donald Trump pada 18 Juni menjadi bukti terbaru bahwa Amerika Serikat kembali mengingkari komitmennya. Menurutnya, tindakan tersebut merusak kepercayaan terhadap proses perdamaian yang sebelumnya diharapkan berlanjut melalui perundingan.
“Sekali lagi terbukti kepada semua orang betapa tidak berharga dan tidak sahnya tanda tangan presiden AS.” tegas Khamenei.
Seperti lansiran gulfnews pada 24/07/2026. putra kedua mendiang Ali Khamenei tersebut menambahkan bahwa Amerika Serikat “sekali lagi menampakkan wajah aslinya yang tanpa topeng.” melalui pelanggaran terhadap nota kesepahaman tersebut.
Khamenei menilai pengalaman tersebut kembali menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak dapat diandalkan dalam memenuhi janji-janjinya. Ia menyebut pelanggaran terhadap kesepakatan itu sebagai bukti atas apa yang disebutnya sebagai kebohongan serta sikap Amerika Serikat yang tidak dapat dipercaya.
Lebih lanjut Khamenei juga memperingatkan bahwa apabila Amerika Serikat terus melanjutkan tindakan yang disebutnya sebagai upaya memicu perang dan meningkatkan tekanan terhadap Iran, maka Teheran bersama kelompok perlawanan akan memberikan pelajaran yang tak terlupakan sebagai respons.
Pernyataan Khamenei disampaikan ketika ketegangan kembali meningkat meski MoU yang ditandatangani pada Juni lalu membuka ruang perundingan selama 60 hari menuju kesepakatan akhir. Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran, sementara Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menyasar pangkalan serta fasilitas Amerika Serikat di kawasan.
