ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan pemegang visa umrah multiple entry tetap diwajibkan memesan paket layanan resmi melalui platform Nusuk setiap kali akan melaksanakan ibadah umrah. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari persyaratan yang harus dipenuhi meskipun visa berlaku selama satu tahun.
Penjelasan itu disampaikan dalam panduan pelaksanaan visa umrah multiple entry yang baru diluncurkan. Kemenhaj Saudi menjelaskan bahwa visa tersebut memang memungkinkan jemaah memasuki Arab Saudi beberapa kali dalam masa berlaku 365 hari, namun setiap perjalanan tetap harus mengikuti prosedur yang ditetapkan.
“Salah satu syarat utama adalah pemegang visa harus membeli paket layanan umrah dari penyedia resmi melalui platform Nusuk.” seperti yang dilansir dari gulfnews.com pada 22 Juli 2026
Kemenhaj Saudi menjelaskan, paket yang tersedia di Nusuk terdiri atas kategori standar, premium, hingga mewah. Paket tersebut umumnya mencakup pengurusan visa, asuransi umrah wajib, akomodasi hotel, transportasi, layanan konsumsi, serta transportasi darat selama berada di Arab Saudi.
Selain memesan paket resmi, setiap calon jemaah juga harus memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku, seperti memiliki paspor yang masih berlaku minimal enam bulan, dokumen perjalanan, bukti akomodasi, serta dokumen pendukung lainnya sesuai ketentuan. Bagi warga negara asing yang tinggal di Uni Emirat Arab (UEA), pengajuan juga memerlukan salinan Emirates ID dan izin tinggal.
Kemenhaj Saudi menegaskan bahwa pada setiap kunjungan berikutnya selama masa berlaku visa, pemegang visa tetap diwajibkan memesan paket layanan melalui Nusuk dan memperoleh izin umrah yang baru. Visa akan dinonaktifkan setiap kali jemaah meninggalkan Arab Saudi dan baru dapat digunakan kembali setelah seluruh persyaratan perjalanan berikutnya dipenuhi.
Visa umrah multiple entry berlaku selama 365 hari sejak diterbitkan dengan total akumulasi masa tinggal maksimal 90 hari. Namun, visa tersebut tidak dapat digunakan selama musim haji, yaitu mulai 1 Zulkaidah hingga 13 Zulhijah, sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
