ISLAM LIVE – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa kunjungan ke Al-Raudhah Al-Syarifah di Masjid Nabawi harus dilakukan melalui reservasi pada aplikasi Nusuk.
Dalam informasi resmi yang dipublikasikan pada laman Madinah, dijelaskan bahwa pengaturan kunjungan dilakukan agar setiap jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan lebih tertib, aman, dan nyaman. Melalui aplikasi Nusuk, jemaah dapat memilih waktu kunjungan serta pintu masuk yang telah ditentukan.
“Pihak terkait mengatur kunjungan ke Al-Raudhah Al-Syarifah untuk menghindari kepadatan jemaah melalui aplikasi Nusuk, sehingga setiap jemaah dapat menentukan waktu kunjungan dan pintu masuk sesuai jadwal yang tersedia,” jelas Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Kemenhaj Saudi menjelaskan bahwa Al-Raudhah Al-Syarifah merupakan area di bagian depan Masjid Nabawi yang berada di antara rumah Rasulullah SAW dan mimbar beliau. Tempat tersebut memiliki keutamaan yang besar dalam Islam, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang menyebut area tersebut sebagai salah satu taman surga.
Selain mengatur kunjungan ke Raudhah, Kementerian juga mengimbau para jemaah untuk mengikuti seluruh ketentuan selama berada di Masjid Nabawi. Kepatuhan terhadap jadwal kunjungan dan arahan petugas dinilai penting agar seluruh jemaah memperoleh kesempatan beribadah secara tertib tanpa mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.
Masjid Nabawi merupakan masjid suci kedua dalam Islam setelah Masjidil Haram di Makkah. Kompleks masjid ini juga menjadi lokasi makam Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab, sehingga setiap tahun menjadi tujuan jutaan umat Islam dari berbagai negara.
Melalui aturan kunjungan berbasis aplikasi Nusuk, Kemenhaj Saudi berharap pelaksanaan ibadah di Al-Raudhah Al-Syarifah dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman, sekaligus menjaga kekhusyukan jemaah saat beribadah di salah satu tempat yang paling dimuliakan dalam Islam.
