ISLAM LIVE – Perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp12 triliun.
Angka potensial penghematan tersebut adalah merupakan akumulasi pertahun yang disampaikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. Dia menjelaskan bahwa penghematan tersebut berasal dari sejumlah langkah efisiensi yang telah dibahas pemerintah.
“Menurut laporan atau menurut rapat yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kemenko Pangan hitungannya bisa menghemat sampai kurang lebih Rp1 triliun setiap bulannya. Artinya setahun itu bisa (menghemat) Rp12 triliun,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip ANTARA, Kamis 18/6/2026.
Qodari menjelaskan, pemerintah melakukan perbaikan tata kelola program MBG, di antaranya melalui moratorium pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, penghitungan insentif bagi SPPG sebesar Rp6 juta per bulan, serta memfokuskan penerima manfaat kepada kelompok yang paling membutuhkan.
Selain itu, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar manfaat program dapat menjangkau kelompok yang paling rentan.
“Juga fokus ke depan pembangunan SPPG di daerah 3T atau daerah terpencil sehingga kelompok-kelompok yang paling rentan ini bisa mendapatkan manfaat secara maksimal,” ujar Qodari.
